Diduga Abaikan K3, Proyek Bandara Loloda Akhirnya Memakan Korban Kecelakaan

BOLMONG – Pengerjaan proyek Bandara Loloda, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara memakan korban.

Seorang pekerja bernama Bapak Marsensius Makatempuge alias Siu dari Desa Lalow Dusun II, Kecamatan Lolak, Bolmong mengalami kecelakaan saat bekerja dan harus dibawa ke rumah sakit.

Read More
banner 300250

Kecelakaan yang menimpa Pak Siu itu ditengarai lantaran perusahaan pemegang proyek, PT Dinasti sejak awal telah mengabaikan prosedur keselamatan kerja (safety) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagaimana diatur dalam Undang-undang Cipta Kerja.

Bapak Siu saat ditemui awak media menuturkan, kronologi kecelakaan terjadi pada Jumat, 16 Juni 2023, sekitar Pukul 09.00 Wita, di lokasi proyek pada jam kerja.

Pada saat itu ia sedang berada di ketinggian sekitar 6 meter. Tiba- tiba ia jatuh tersungkur dari ketinggian hingga membuat tangannya tertusuk Paku.

“Saat naik ke atas, saya kehilangan kontrol hingga mal tempat kaki saya berpijak itu tidak kuat karna hanya manggunakan paku 6 cm dan areanya juga sangat sempit,” tutur lelaki paru baya itu.

Ketika terjatuh, Pak Siu mengaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Datoe Binangkang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun mirisnya, ketika ia sampai di rumah sakit untuk mendapat perawatan medis, pengawas proyek bandara Loloda malah meminta BPJS milik korban untuk dijadikan jaminan.

“Ini aneh! Saya mengalami kecelakaan di jam kerja kenapa BPJS milik saya yang dipakai untuk jaminan? Saya biasa kerja di proyek jadi saya tau, miliaran pun anggarannya kalau saya celaka didalam proyek itu adalah tanggungan perusahaan, saya ini dianggap seperti ayam yang dilepas dari ikatannya” ujar bapak Siu dengan kesal.

Ia menambahkan, saat ini terpaksa off (berhenti) kerja untuk masa penyembuhan, namun persoalan mucul karena gajinya pun sudah diberhentikan.

Bahkan pada waktu hari kecelekaan, Pak Siu mengaku gajinya hanya mau dibayar setengah. Beruntung karena ada cucunya yang bekerja di dalam, maka cucunya itulah yang mempertah agar gaji korban dibayar penuh.

“Kayaknya proyek ini enggak beres. Saya berharap kepada pemerintah dengan kejadian maka proyek ini diberhentikan dulu dan dievaluasi sistem yang ada di dalam. Saya merasa mereka belum tau karakternya masyarakat yang ada di Desa Lalow sini, nanti kalau masyarakat sudah ngamuk baru mereka tau,” tandas Siu.

Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan kerja (A2K3) Moh. Efendi meminta Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bolmong lebih serius menyikapi persoalan ini.

Efendi bahkan mendesak agar Disnakertrans menghentikan sementara pengerjaan Proyek Bandara Loloda sambil dilakukan audit dan investigasi, khususnya terkait penertiban masalah K3 dan BPJS para pekerja.

“Saya sudah katakan kemarin dan enggak meleset. Hanya berselang dua hari sudah ada buktinya. Jika ini tidak diseriusi oleh Dinas terkait, maka saya akan mengajukan ini ke Kementrian Ketenagakerjaan pusat, karena ini menyagkut nyawa manusia yang enggak dijual di toko,” tandas Efendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Bolmong, Deddy Mokodongan saat dimintai konfirmasi mengaku kaget mendengar berita kecelakaan tersebut.

Ia pun meminta kepada koban untuk membuat laporan resmi secara tertulis kepada Disnakertrans Bolmong.

“Silahkan korban membuat laporan secara tertulis dan cantumkan di dalamnya kronologis kejadian, mulai masuk kerja dan terjadi acident kecelakaan, hingga jatuh kemudian apa tanggapan pihak perusahaan dengan kecelakaan itu. Semuanya dicantumkan, hari Senin saya tunggu dikantor laporannya,” tandas Deddy.

(Julkifly Paputungan)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *