Diduga Ada Kasus Korupsi Lagi di PDAM Makassar

  • Whatsapp
banner 468x60

Makassar, LiraNews – Kejaksaan Negeri Makassar sudah menetapkan mantan karyawan PDAM Kota Makassar, Anzar Arifin (AA), sebagai tersangka.

“Dalam penyidikan kasus ini, kita telah menetapkan tersangka dengan inisial AA,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Nurni Farahyanti, beberapa waktu lalu.

Tersangka merupakan mantan penanggungjawab gudang Panaikang di PDAM Kota Makassar. Tersangka diduga telah melakukan tindak pidana korupsi, terkait adanya material pemasangan baru dan pembenahan pipa PDAM, yang hilang dalam jumlah besar.

“Tersangka diduga telah menghilangkan material milik PDAM, dalam jumlah yang besar,” tandasnya.

Korupsi pipa milik PDAM Kota Makassar itu, terjadi pada tahun 2017. Hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1.798.598.691.

“Barang yang ada di gudang milik PDAM Kota Makassar, dibeli dari anggaran PDAM Kota Makassar,” bebernya.

Penetapan AA sebagai tersangka sejak 11 November 2019. Salah satu pejabat PDAM yang juga akan diperiksa pihak kejaksaan dalam kasus tersebut adalah Ayyub Absro, yang saat kasus itu terjadi merupakan Kepala Seksi Inventarisasi Asset dan Pergudangan PDAM Kota Makassar.

Ayyub Absro yang tercatat sebagai salah satu calon direksi yang ikut lelang Direksi PDAM Kota Makasar periode 2020-2025 diduga mengetahui kasus yang kini tengah disidik Kejari Kota Makassar tersebut.

Malah saat ini pihak Kejaksaan Negeri Makassar sudah menetapkan mantan karyawan PDAM Kota Makassar, Anzar Arifin (AA), sebagai tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Nurni Farahyanti, membenarkan kasus ini. “Dalam penyidikan kasus ini, kita telah menetapkan tersangka dengan inisial AA,” tegas Kepala Kejari Makassar, Nurni Farahyanti, beberapa waktu lalu.

Tersangka merupakan mantan penanggungjawab gudang Panaikang di PDAM Kota Makassar.

Kajari mengatakan tersangka tersebut diduga telah melakukan tindak pidana korupsi, terkait adanya material pemasangan baru dan pembenahan pipa PDAM, yang hilang dalam jumlah besar.

“Tersangka diduga telah menghilangkan material milik PDAM, dalam jumlah yang besar,” tandasnya.

Korupsi pipa milik PDAM Kota Makassar itu, terjadi pada tahun 2017. Hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1.798.598.691.

“Saat kasus itu terjadi merupakan Kepala Seksi Inventarisasi Asset dan Pergudangan PDAM Kota Makassar.

Ayyub Absro yang tercatat sebagai salah satu calon direksi yang ikut lelang Direksi PDAM Kota Makasar periode 2020-2025 diduga mengetahui kasus yang kini tengah disidik Kejari Kota Makassar tersebut.

Sebelumnya, seperti diketahui, kasus korupsi di PDAM Kota Makassar ini juga terjadi. Sejumlah pelakunya telah divonis hakim terkait kasus tersebut.

Plt Dirut PDAM Kota Makassar Dr Hamzah Ahmad saat dikonfirmasi media ini membenarkan adanya kasus tersebut.

“Ya. Kasus tersebut sedang ditangani pihak kejaksaan,” ujar Hamzah Ahmad yang dilantik sebagai Plt Dirut PDAM Kota Makassar tanggal 25 September 2019 untuk masa enam bulan atau sampai terpilih Dirut PDAM definitif.

Namun Hamzah Ahmad belum menjelaskan panjang lebar, terkait kasus tersebut.

Dia juga belum bersedia menjelaskan, temuan BPK terkait pemeriksaan tahun 2017/2018.

“Tunggu saja. Dalam waktu dekat saya akan beberkan semuanya. Saya memang ingin ‘bersih-bersih’ di PDAM,” tandas Hamzah Ahmad.LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60