Diduga Korupsi, KPK Usut Pimpian Puspitek Tangerang dengan BSD

  • Whatsapp
banner 468x60

Tangerang, LiraNews – Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK) membantu mengadvokasi dan mendampingi warga Bumi Puspitek Asri (BPA) RW 01 Pagedangan Tangerang, Banten, mengadukan ke KPK perihal dugaan penyalah gunaan wewenang dan dugaan perbuatan Korupsi yang di lakukan oleh pimpinan Puspitek dengan pengola Bumi Serpong Damai (BSD). “KPK baru diharap dapat melakukan ini secara profesional. Selamat Bekerja KPK baru,” ujar Kordinator GALAK, Muslim Arbi, beberapa waktu lalu.

.
Warga di bawah pimpinan H Halifan Hamzah SE dan Sekertaris nya Bagus Priyanto ST, Msc menerangkan, kerugian atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan tindakan korupsi itu sebesar Rp 120 Miliar.

“Warga kehilangan fasilitas Makam, akses jalan dan penembokan (Tembok Isolasi)dan penghang Warga untuk mencapai Masjid untuk beribadah,” katanya.

Penggunaan Tanah Fasum Fasos 15 ha yang seharus nya untuk kepentingan warga dan pemda kabupaten Tangerang di sulap oleh Puspitek untuk Proyek GIPSI (Galeri Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi) di Bawah Sutet (Saluran Tegang Tinggi PLN). Apa boleh di bawah Sutet di bangun Proyek tersebut? Pimpinan Puspitek membangun proyek dadakan GIPTI tanpa konsep dan perencanaan.

Dugaan atas pembangunan GIPTI ini di biayai bukan dari APBN melainkan oleh Swasta (BSD?). Pembangunan GIPTI untuk membuka akses bagi lahan BSD yang terhalang oleh lahan fasum fasos Warga tersebut. “Karena dugaan BSD anggap lahan 15 ha itu penghalang bagi lahan BSD,” terangnya.

Di sini, sambungnya, terlihat jelas dugaan kesalahan wewenang Pimpinan Puspitek dan BSD (Bumi Serpong Damai) dalam kerjasama dugaan Kolisi dan Korupsi (KKN) dalam proyek Pembangunan GIPTI ini.

Warga juga sudah mengadukan ke Bupati Tangerang dan Gubernur Banten. Tapi sampai surat pengaduan ke KPK di layangkan belum ada tanggapan. “Warga desak Bupati dan Gubernur perlu di periksa dalam hal ini,” pungkasnya. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60