Diduga Langgar Administrasi, Pt Kpam Digugat Warga Ke Ptun Pontianak

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

LiraNews, Pontianak — Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, PT.Kalimantan Prima Agro Mandiri, digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pontianak. Pasalnya perusahaan tersebut diduga melakukan pelanggaran adminstrasi dalam bentuk perizinan perkebunan kepala sawit.

PT KPAM, mengelola lahan tersebut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Oleh karena wilayah peradilan TUN mencakup Kabupaten Ketapang maka dipilihlah PTUN Pontianak sebagai tempat menggugat.

Pemohon Karmawan, seorang warga Desa Suka Ramai Kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang yang kini didampingi tim kuasa hukum, Andi Sudirman,SH & Rekan.

Menurut Advokat Andi Sudirman, SH bahwa gugatan tersebut sudah sesuai kompetensi PTUN Pontianak sehingga gugatan dapat diterima dan kini dalam proses peradilan.

“ Kami tim hukum sudah masukkan gugatan dan sekarang dalam proses peradilan,” kata Andi Sudirman, SH yang didampingi rekannya Irsyad Djafar, SH di ruang PTUN Pontianak.

Selanjutnya menurut Alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini, meminta agar perkara tersebut berjalan lancar dan sedapat mungkin diterima permohonannya.

“Kami harap gugatan kami diterima dan permohonan kami dapat dikabulkan seluruhnya oleh majelis hakim,” tuturnya.

Adapun isi permohonan sebagai berikut:    

1. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

2. Menyatakan Tergugat telah bersalah melanggar ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku;

3. Memerintahkan Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Pj.Bupati Ketapang Provinsi Kalimantan Barat. Nomor: 772/DISBUN-D/2015 Tentang Izin Usaha Perkebunan Budidaya PT.Kalimantan Prima Agro Mandiri.

4. Semua biaya Perkara dibebankan kepada Tergugat.

5. Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil – adilnya.

Diketahui bahwa sengketa ini lahir karena adanya keberatan warga yang merupakan salah satu pemilik lahan 40.000 m2 atau 4(empat) Hektar, yang terletakdi lokasi lahan perkebunan kelapa sawit di DesaSuka Ramai, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, dan tercantum dalam Surat Pernyataan Pemilik Tanah (SPPT) Nomor : 593/ SKT/SKR/PEM/2015, tanggal 23 Maret 2015 dan Surat Keterangan Tanah (SKT) Nomor: 593/896/SKT/SKM/PEM/2017, tanggal 22 Maret 2017, yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Sukaramai dan diketahui Camat Manis Mata dan berada di atas lahan perkebunan kelapa sawit PT KPAM namun izinnya hanyalah ditandatangani oleh pejabat Bupati Ketapang dengan no. 772/DISBUN-D/2015 tentang Izin Usaha Perkebunan PT Kalimantan Prima Agro mandiri (PT KPAM), begitu pula dengan izin dari kepala Desa yang diduga palsu serta tidak memiliki hak guna usaha (HGU).  LN-KB

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Sun Jun 16 , 2019
LiraNews.Com