Dihadiri 165 Raja, Festival Keraton Nusantara ke XIII Dibuka Walikota Palopo

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Palopo, LiraNews – Festival Keraton Nusantara ke XIII digelar di Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo Provinsi Sulawesi Selatan. Sejumlah raja menghadiri FKN yang berlangsung pada 7-13 September 2019.

Pembukaan FKN diadakan di Pelataran Gedung Saodenrae Convention Center (SCC), Kota Palopo, Sabtu (7/9/2019) malam. FKN Expo 2019 ini dirangkaikan dengan pentas seni dan budaya di Lapangan Gaspa Kota Palopo.

Walikota Palopo, Drs. HM. Judas Amir, yang didampingi Sri Paduka Luwu Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, dan Ketua Panitia FKN XIII Tahun 2019, menandai acara ini dengan pemukulan gong. Selanjutnya Walikota mengunjungi stand Expo yang diawali dengan kunjungan ke stand pameran benda pusaka.

Jumlah stand yang mengikuti pameran FKN Expo sekitar 50, dengan menampilkan pameran unsur budaya, ekonomi, kopi, jajanan khas, serta benda Pusaka.

Dalam sambutannya, Wali Kota Palopo Judas Amir, mengucapkan selamat datang kepada para Raja, Sultan se-nusantara bersama permaisuri beserta rombongannya di Kota Palopo.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut andil dalam menyukseskan FKN Tana Luwu. Pelaksanaan FKN ke-13 di Palopo, harapnya, bisa berjalan sesuai harapan kita dan terlebih lagi harapan tamu-tamu kita.

“Saya ingin mengajak seluruh warga Palopo, masyarakat Tana luwu, mari memperlihatkan bahwa kita memang bersuka cita menyambut FKN ke XIII ini, dengan menyambut baik kepada para tamu kita, kepada raja dan sultan, bersama rombongan bahwa kita disini sangat berbahagia dengan kedatangan mereka,” ujarnya.

Judas menambahkan, semua yang hadir dalam FKN merupakan tamu kehormatan, olehnya itu semua harus sadar dan menjaga kehormatan semua tamu. “Kita harus sadar saat ini, bahwa tamu kita yang hadir adalah orang yang terhormat di daerahnya masing-masing. Kita harus menjaga kehormatan para tamu kita ini, kita layani dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Datu Luwu, Sri Paduka Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, yang menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Palopo. Datu Luwu juga menghimbau agar bersama menyukseskan FKN tersebut.

“Karena ini adalah amanah bagi kita dan manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, kita tunjukkan jika orang luwu berbudaya,” imbuhnya.

Datu Luwu juga mengaku terkejut dengan pameran ini. Menurutnya, pameran yang diadakan melambangkan bersatunya Pemerintah Kota Palopo, Kesatuan Luwu, Bija to Luwu, dan masyarakat Kota Palopo.

“Malam ini kita bersama menyaksikan perhelatan Festival Keraton Nusantara yang ke XIII, yang di percayakan dan dibudayakan di Tana Luwu,” katanya.

Sedangkan Sekretatis Panitia FKN Suedi menjelaskan, jumlah raja yang hadir dalam FKN tersebut sebanyak 165 orang.  Para raja tersebut berasal dari dalam negeri dan Malaysia. Saat ini, sejumlah raja telah hadir di Kota Palopo.

“Beberapa raja telah hadir di Kota Palopo antara lain Raja Bima, Raja Tallo, Raja Kutai dan Kesultanan Jogjakarta, Raja Ternate, Raja Kerajaan Lembah Palu, sementara yang lain masih terus berdatangan,” kata Suedi.

Festival Keraton Nusantara didahului dengan acara perjamuan adat di Istana, pembukaan pameran ekonomi kreatif, dan pentas seni budaya. Acara pentas seni budaya akan menampilkan kesenian tradisional dan modern oleh para seniman lokal dan nasional. Selain itu, ada pameran ekonomi kreatif, festival kopi dan jajanan khas. Kemudian, pameran benda pusaka dan pameran Foto.

Beberapa acara inti budaya dalam FKN ini yakni pesta rakyat bersama seluruh raja, kirab keraton, maccera tasi, dan musyawarah agung. Selain itu, pagelaran seni keraton, dialog budaya, festival kuliner manre saperra dan kunjungan wisata ke Toraja.

“Rangkaian kegiatan ini dipusatkan di area Istana Kedatuan Luwu Kota Palopo dan beberapa acara lainnya dilangsungkan di Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu, dan tur wisata Toraja Utara,” ujar Suedi. LN-RED

 

Mon Sep 9 , 2019
Jakarta, LiraNews — Pernyataan Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olarga Republik Indonesia yang dituangkan dalam Suratnya Nomor : S.8.30.1/MENPORA/SET.BII/VIII/2019 yang ditujukan kepada KPAI tertanggal 30 Agustus 2019 Menpora  menyimpulkan bahwa bahwa  tidak terlihat terpenuhinya unsur kegiatan yang dapat dikualifikasi sebagai tindakan eksploitasi sebagaimana diatur dalam batang tubuh maupun dalam penjelasan […]