Dihadiri Tokoh Lintas Agama, Fpi Jadi Palang Pintu Melawan Gerakan Anti Kebhinnekaan

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Milad Front Pembela Islam (FPI) ke 19 di Stadion Kamal Muara, Jakarta Utara, Sabtu (19/8/2017), dihadiri bermacam etnis Tokoh Agama Katolik, Protestan, Konghucu, Budha, dan Katolik Ortodoks.

Merekkq yg juga diikuti umatnya membaur di antara anggota FPI dan masyarakat umum yg riuh gempita merayakan Kemenangan Persaudaraan mereka.

Menurut Ketua FPI, KH Ahmad Sobri Lubis, terdapat alasan penting sehingga para tokoh lintas agama diundang kali ini.

Pada milad ke-19 ini, FPI sengaja mengangkat tema “Merawat Kemerdekaan dalam Bingkai NKRI Bersyariah”. Tema tersebut merujuk pada situasi Indonesia yang akhir-akhir ini rentan dilanda isu-isu dan konflik Kebhinekaan dan toleransi.

“Kita adalah bangsa yang majemuk dan beragama. Kita harus bersama-sama membangun Indonesia,” ujar Sobri dalam sambutannya.

Sobri mengatakan, FPI selama ini sudah ikut membantu menjaga toleransi di Indonesia. Dia bahkan mengklaim FPI sering menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh lintas agama.

“Sikap toleransi antar umat beragama harus kita pererat demi membangun Tanah Air,” kata Sobri.

Oleh karena itu, di hadapan para tokoh lintas agama tersebut, Sobri pun meminta para kader FPI untuk terus menjaga toleransi dengan umat beragama lainnya.

Bahkan dia mendesak agar FPI menjadi palang pintu terdepan melawan gerakan anti-Kebhinekaan.

“Mari kita lawan orang-orang yang ingin memecah belah Kebhinekaan di Indonesia,” kata Sobri.

Upaya memecah belah antar umat beragama yang gencar dilakukan oleh para pembenci Islam, berakhir NIHIL.

Mereka yang berbiaya tinggi lewat perekrutan yang simultan untuk mengacak-acak persatuan rakyat Indonesia itu, pasti termangu melihat wajah-wajah cerah para Pemuka Agama lain yg diundang merayakan Harlah FPI.

Tangan-tangan para pemilik agama yang berbeda-beda itu saling bergandengan dan bangga mengabadikan moment penuh kebahagiaan itu.

Pengurus FPI pun, sesuai dengan amanat pemimpin mereka Habib Rizieq Syihab, selama ini tidak terprovokasi oleh bully, olok-olok, dan fitnah yang disematkan kepada mereka.

Amar maruf nahi munkar tetap dijalankan, sedangkan habluminannas dengan sesama umat manusia terus dilakukan.

Diam-diam para petinggi FPI tetap melakukan dialog dng para pemuka agama lain, untuk meminimalisir salah paham dan mengeratkan persaudaraan. LN-JMP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60