Djarum

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto: Atlet bulu tangkis anak-anak Djarum
Bagikan:

Belakangan ramai jadi viral dan berita; Djarum ‘mutung’ dengan menghentikan program audisi dan beasiswa bulutangkis. Lebih viral lagi adalah bully terhadap KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Djarum ‘mutung’ oleh disebabkan KPAI cerewet menyatakan adanya praktek eksploitasi anak dalam program audisi dan beasiswa bulutangkis tersebut.

Oleh Akhlis Suryapati

 

Akhlis Suryapati

Djarum dengan elemen tipografi, warna, simbol, rancangan atau kombinasi dari semuanya, adalah sebuah brand dari merek rokok. PT Djarum Kudus adalah badan usaha dalam bentuk perseroan terbatas. Ada Djarum Foundation, kegiatannya bukan membuat atau memasarkan rokok melainkan hal-hal yang sifatnya sosial-budaya. Tapi brand identity-nya sama. Djarum ini juga punya usaha-usaha lain; di luar rokok yang sangat popular; dengan nama badan hukum perusahaan yang berbeda-beda. Tapi brand identity mirip-mirip, atau mendekati. Yang jelas ada branding; yaitu upaya membuat identitas atas suatu produk atau jasa. Dalam strategi mengiklankan dan memasarkan rokok; branding merupakan salah satu rumus baku, semua orang yang tidak dungu akan cepat paham.

Djarum memiliki pengaruh kuat bukan saja di sektor ekonomi, melainkan juga dalam sosio-budaya, pembangunan SDM dan lingkungan, sektor yang lebih spesifik, misalnya olahraga bulutangkis atawa badminton. Djarum juga sebuah kekuatan politik. Di walayah Kabupaten Kudus, tiap Pilkada ; ada ‘rumus tidak resmi’ Calon Bupati yang mendapat dukungan dari Djarum pasti menang. ‘Rumus’ ini meluas hingga ke level Jawa Tengah, juga bukan tidak mungkin di level nasional. Kenapa tidak. Pemilik Djarum adalah orang yang masuk dalam jajaran terkaya di dunia, harta dan asetnya di mana-mana, termasuk gedung-gedung pencakar langit di jantung Jakarta. Belum lagi putaran uangnya dan ratusan ribu buruh serta pekerjanya.

Belakangan ramai jadi viral dan berita; Djarum ‘mutung’ dengan menghentikan program audisi dan beasiswa bulutangkis. Lebih viral lagi adalah bully terhadap KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Djarum ‘mutung’ oleh disebabkan KPAI cerewet menyatakan adanya praktek eksploitasi anak dalam program audisi dan beasiswa bulutangkis tersebut. Para pembully menganggap, KPAI ‘menyumbat’ kesempatan ratusan anak-anak calon ‘pengharum’ bangsa, pembawa NKRI ke prestasi dunia, penghambat berkibarnya merah putih di jagat olahraga. Dengan data dan fakta, tersusunlah deretan nama-nama pebulutangkis asal Klub Djarum yang pernah meraih supremasi tertinggi di bidang olahraga tersebut.

Eh, deretan nama itu, rasanya, tidak ada nama Icuk Sugiarto — pebulutangkis yang pernah Juara Dunia. Mungkin Icuk Sugiarto pengecualian; dan bisa-bisa kita menemukan banyak pengecualian lain. Karena ada cerita, Si Icuk ini orang yang tidak lolos, atau tidak dipilih, atau tidak diterima, di Klub Djarum; juga kemudian tidak disponsori ketika harus ikut turnamen ke level-level internasional, malahan sempat sulit juga baginya ikut dalam regu-regu pertandingan kesana-sini. Icuk Sugiarto ditolak; tentu bukan karena kulitnya yang hitam atau bagaimana, melainkan waktu audisi barangkali dia bego memainkan raket. Oke. Toh Icuk Sugiarto membuktikan diri menjadi juara dunia, dalam suatu event yang ‘dramatis’ dia mengalahkan Liem Swie King dari Klub Djarum semasa keduanya di puncak kejayaan.
Supaya nggak melebar ke yang bukan-bukan; tulisan ini saya lanjutkan begini: Djarum selain punya kuasa dalam mengibarkan merah putih, mengharumkan NKRI, membina dan menjadikan anak-anak bangsa menjadi para juara; juga punya kuasa untuk tidak melakukannya Makanya dia jumpa-pers menyatakan ngambek; stop program audisi dan beasiswa bulutangkis; mulai tahun depan!

Nah! Sekarang kita punya waktu panjang untuk bully-membully. Siapa saja juga punya kesempatan mengukur seberapa besar kekuasaan Djarum berpengaruh hanya dengan senjata ‘ngambek’ alias ‘mutung’ menghentikan audisi dan beasiswa bulutangkis ini. Ohya, boleh juga telinga dipasang; seberapa kuat sinyal terkirim untuk mereka yang sok-sokan bertindak demi anak-anak Indonesia, demi etika periklanan, demi peraturan dan hukum NKRI. Demikian. *** (Jakarta, 9 September 2019)

Tue Sep 10 , 2019
Samarinda, LiraNews —  PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung penuh rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke wilayah dua Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, yaitu di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, sebagaimana diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu. Salah satu jalan tol yang dikelola oleh […]