Dorong Reshuffle Mentan, Bambang Beathor: Kinerja Yasin Limpo Melempem, Wamen Harvick Layak Naik

JAKARTA – Politikus PDI Perjuangan yang aktif di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Bambang Beathor Suryadi menyoroti kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Syahril Yasin Limpo yang dinilai sangat miskin prestasi.

Menurut Beathor, Kementerian Pertanian di bawah Syahril Yasin Limpo tidak sesuai ekspektasi, lantaran kebijakannya tak mampu mengangkat harkat martabat para petani.

Read More
banner 300250

Bagi Beathor, Syahrul Yasin menambah beban bagi negara lantaran lebih banyak membuka impor, akibat produk pertanian dalam negeri yang sangat lemah.

“Sebagai partai pemenang pemilu, kami (PDI Perjuangan, red) sangat menyesalkan kerja-kerja Yasin Limpo, karena tidak mampu melakukan penataan sekotor pangan dengan maksimal, sehingga kita tergantung impor,” ujar Beathor kepada awak media, Selasa (27/12/2022).

Beathor menegaskan, Mentan Yasin Limpo seharusnya menanyakan kepada para bupati dan wali kota, agar menanam pangan yang cocok dan produktif di daerah-daerah.

“Semua wilayah kita kan subur semua. Masak tidak bisa menanam kebutuhan pangan agar kita tak perlu impor lagi. Seperti beras, sayur, buah-buahan dan sebagainya. Kalau semua kebutuhan masih impor, lalu Mentan Yasin Limpo ke mana?” tukas Beathor.

Lantas, sosok seperti apa yang pantas menjadi Menteri pertanian jika Syahrul Yasin Limpo direshuffle? Beathor menilai Kementan membutuhkan sosok yang bisa bekerja cepat dan mampu menjadi eksekutor program.

Menteri baru pun harus paham seluk beluk Kenterian pertanian agar bisa langsung bekerja. Dalam hal ini Beathor merekomendasikan Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi naik pangkat jadi Menteri Pertanian.

“Kalau menurut saya, Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi sangat layal menjadi Menteri Pertanian gantiin Yasin Limpo. Paling pas itu,” ungkap Beathor.

Kenapa Wamen Harvick? Beathor menegaskan bahwa Harvick sosok pekerja cepat yang bisa diandalkan. Ia pun bisa langsung bekerja tanpa perlu waktu lama beradaptasi.

“Harvick paling tepat menjadi Menteri Pertanian. Supaya enggak buang waktu, karena usia kabinet kan kurang dari 300 hari. Maka yang dibutuhkan adalah sosok yang bisa langsung bekerja dan sudah memahami seluk beluk Pertanian,” tandasnya.

“Kalau diganti orang baru, maka kerja Kementan akan kendur karena harus memulai dari nol lagi. Jadi paling pas ya Harvick Hasnul Qolbi,” tegasnya.

Lebih jauh Beathor menilai teguran Presiden Jokowi terkait kebijakan impor sebenarnya ditujukan kepada menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo. Jokowi berharap Kementan fokus memaksimalkan pertanian dan kurangi impor.

“Dan kami (PDI Perjuangan) sebagai partai wong cilik berkepentingan. Sebab marhaen itu kan dari petani di mana PDIP fokus mensejahterakan petani dan masyarakat bawah,” tegas Beathor.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *