DPD KNPI Belitung: Mineral Ikutan Timah Dapat Dikelola Sesuai Standar

Belitung, LiraNews – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Belitung kembali mengingatkan adanya bahaya radiasi yang disebabkan oleh mineral monasit, zirkon, dan ilmenit dari hasil penambangan mineral timah di Provinsi Bangka Belitung.

Wakil Ketua Departemen Pertanian, Kehutanan, Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral DPD KNPI Belitung, Aully Amarta, mengatakan radiasi dari bahan tambang mineral itu tentunya berbahaya bagi masyarakat, sehingga harus dikelola secara benar.

Read More
banner 300250

Ia juga mengingatkan pelaku industri pengolahan zirkon harus mengajukan izin penyimpanan TENORM, sehingga tidak akan terjadi pencemaran lingkungan hidup.

“DPD KNPI Belitung menegaskan, agar mineral ikutan dapat dikelola sesuai standar yang benar untuk menghindari dampak negatif bagi masyarakat,” tutup Aully Amarta, menanggapi info adanya aktifitas pengiriman mineral ikutan Timah keluar Belitung dalam jumlah besar.

Wakil Ketua Departemen Pertanian, Kehutanan, Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral DPD KNPI Belitung, Aully Amarta

Aully mengingatkan kembali pesan Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah, bahwa ketika dilakukan proses tailing, kita tidak boleh hanya memikirkan aspek ekonomisnya saja, juga harus memperhatikan risikonya bagi kehidupan.

Pesan itu disampaikan Wagub Abdul Fatah pada acara sosialisasi pengawasan TENORM secara langsung kepada para pelaku industri penambangan, pemangku kebijakan dari dinas ESDM, Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Babel.

“Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Wagub Abdul Fatah. Pernyataan Wagub ini kami kutip dari berita Bappeten, 26 Juni 2019,” tuntas Aully.

Related posts