DPR RI Kecam Kepala Daerah Buka Data Pribadi Pasien Virus Corona Kepada Publik

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengecam, Kepala Daerah yang menyampaikan data pribadi pasien dan keluarga pasien yang terinfeksi virus corona kepada publik.

Hal tersebut disampaikan Dasco kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (3/3/2020).

“Ini sangat saya sayangkan, sebenarnya Kepala Daerah harus memelihara iklim kondusif. Juga data pribadi pasien harus dilindungi oleh undang-undang (UU) untuk kemudian tidak disebarluaskan, walaupun oleh otoritas yang berwenang untuk itu,” katanya.

Dasco menilai, hal yang dilakukan Kepala Daerah tersebut justru dapat membuat kepanikan di kalangan warga, seharusnya Kepala Daerah justru harus melakukan penanganan preventif terlebih dahulu.

“Ya jelas misalnya seperti itu tanpa penanganan yang preventif dan lebih dahulu dilakukan. Ekspos data sebelum kemudian penanganan preventif untuk lingkungan akan membuat masyarakat panik,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut juga menghimbau, agar seluruh Kepala Daerah di Indonesia tidak perlu mengekspos data diri pasien suspect virus corona, karena akan menimbulkan ekses yang merugikan.

“Saya sebagai anggota DPR RI menghimbau kepada setiap Kepala Daerah untuk tidak mengekspos data dari pasien. Karena itu juga menimbulkan kerugian tersendiri,” imbuhnya.

Dasco juga menginstruksikan, para Kepala Daerah untuk melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat dan selalu melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencegah meluasnya wabah virus corona.

“Jadi saya menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan langkah-langkah yang tepat. Kalau sudah tahu tempat, domisili tinggal, koordinasikan dengan pihak terkait seperti Kemenkes dan lain-lain untuk langkah preventif supaya lingkungan sekitar tidak terkena virus tanpa kemudian menimbulkan kepanikan,” sarannya.

Langkah Konkret Pemerintah

Menyikapi kelangkaan masker di apotik dan toko obat pasca diumumkannya 2 orang WNI terpapar virus corona di Depok, Jawa Barat, anggota Komisi III DPR RI tersebut menyarankan, agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

“Ya justru itu saya pikir pemerintah juga perlu mengedukasi masyarakat ya dan juga kita himbau masyarakat supaya tetap tenang, tidak panik namun waspada,” tegasnya.

Dasco juga menghimbau, agar pemerintah mengambil langkah konkret untuk menenangkan masyarakat, agar isu wabah corona ini tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Sebaiknya juga pemerintah mengeluarkan panduan untuk menenangkan masyarakat, supaya tidak terjadi kepanikan seperti kemarin, karena takutnya nanti isu ini akan dipergunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kemudian membuat stok makanan langka dan harga jadi mahal,” jelasnya.

Dasco mengaku, dirinya telah memonitor kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) yang dinilainya telah melakukan tindakan preventif, monitoring, dan juga ikut menenangkan aksi masyarakat yang panik karena adanya WNI yang terpapar virus corona.

“Kita sudah juga memonitor bahwa pemerintah daerah itu di banyak daerah sudah melakukan tindakan-tindakan pencegahan dan juga monitoring, dan juga ikut menenangkan aksi masyarakat yang panik karena ada pengumuman dua WNI yang terkena virus corona,” terangnya.

Anggota DPR RI asal Dapil Banten 3 tersebut berpendapat, pemerintah sebaiknya segera mendirikan crisis center agar dapat melakukan monitoring secara terpadu dan menyampaikan informasi informasi yang akurat agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita.

“Memang sebaiknya Pemerintah Pusat segera membuat semacam crisis center yang selain gunanya supaya termonitoring dan terpadu, juga informasi yang keluar sebaiknya dari satu pintu. Karena kita lihat ada ketidaksinkronan informasi dari Pemerintah Pusat dan Pemda di mana ada satu daerah yang terdampak virus corona misalnya,” urainya.

Dasco menilai, kinerja para petugas di pintu-pintu masuk kedatangan di Indonesia seperti bandara dan pelabuhan masih kurang maksimal, sehingga virus corona bisa masuk.

“Memang sebenarnya kalau diperhatikan beberapa waktu lalu, pintu masuk kan memang banyak di indonesia dan penanganan dari dalam negeri untuk yang datang dari luar negeri masih kurang maksimal menurut saya,” tandasnya.

Menurut Dasco, pemerintah seharusnya meniru langkah Singapura dan Malaysia dalam menangani para WNA yang baru datang dari luar negeri, guna mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona di Indonesia.

“Nah memang harus kita contoh negara negara seperti singapora atau Malaysia dalam menangani orang yang datang dari luar negeri. Itu bisa dicontoh, sehingga bisa meminimalisir penyebaran virus corona yang datang dari luar,” pungkasnya. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60