DPR Sebut Pengembangan EBT Dapat Momentum Emas

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Komisi VII DPR menilai saat ini adalah momentum terbaik bagi Indonesia untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT).

“Kami di Komisi VII DPR mendukung banget siapa-siapa yang mengembangkan EBT sebagai sustainable dan renewable energy,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwita Sari, Senin (17/2/2020).

Ratna dan sejumlah anggota DPR menggelar Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke lokasi Independen Power Producer (IPP), Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Oelpuah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, akhir pekan kemarin.

Meski menelan biaya investasi dengan total 11,2 juta dollar AS, kata Ratna, PLTS tersebut menghasilkan kapasitas mencapai 5 MWp dari kebutuhan di Kupang yang memiliki daya efektif listrik mencapai 68MW yang telah memasuki masa krisis karena reverse margin-nya minimal.

Inilah yang ia anggap sebagai momen bagus, untuk semakin mengembangkan energi baru terbarukan. Ia pun berjanji akan erus mendukung Dirjen EBT Kementerian ESDM, PT. LEN Industri, maupun PLN.

“Saya di Komisi VII DPR akan mendukung asalkan mereka memiliki persepsi yang sama dengan kami untuk mengembangkan energi baru terbarukan maupun konservasi energi ke depannya,” tegas Ratna.

Politikus PKB ini menilai sudah ada political will dan political affirmative dari parlemen untuk pengembangan EBT.

Ia pun berharap, mudah-mudahan rencana yang telah disusun oleh Pemerintah terkait pengembangan PLTS, bisa berjalan dengan baik dan bisa membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia seluas-luasnya.

Ratna mengakui, investasi yang dibutuhkan EBT sangat besar, sementara nilai bisnisnya pada hari ini relatif kecil sehingga agak kesulitan mencari investor.

“That’s why kita membutuhkan persepsi yang sama, terutama pihak Eksekutif ya, kalau kami di Legislatif sudah jelas ingin mendukung, terbukti dengan adanya RUU Energi Baru Terbarukan yang sudah masuk dalam Prolegnas,” jelas Ratna.

Legislator dapil Jawa Timur IX itu juga mendorong agar pemerintah tidak terpaku pada target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang hanya menargetkan peran energi baru terbarukan sebesar 23 persen, dari total energi nasional.

“Kita kan sudah paham dan sepakat, bahwa kita tidak boleh lagi tergantung pada energi fosil yang kian hari kian menipis,” tuntas Ratna.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60