DPW LSM LIRA Jatim Kecam Pemprov Jatim, Salurkan Bansos Beras Tidak Layak Konsumsi Di Bangkalan

Gravatar Image
  • Whatsapp

Surabaya, LiraNews – Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyalurkan bantuan sosial berupa 3.000 paket beras kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan. namun, Bansos beras yang berisi 5 Kg per paket tersebut ditolak lantaran kualitas beras sangat jelek alias tidak layak konsumsi.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur LSM LIRA (Lumbungng Informasi Rakyat) Jawa Timur, Bambang Asraf HS menyayangkan paket bantuan beras yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak PPKM level empat untuk Kabupaten Bangkalan.

“Ternyata berkualitas buruk atau tidak layak konsumsi,” katanya kepada media, Selasa (3/8/2021) di kantornya Jl.Mastrip Gunungsari 191 Surabaya.

Asraf merasa hal tersebut cukup janggal, jika temuan bantuan beras PPKM Darurat tidak layak konsumsi di Bangkalan maka patut diduga juga bahwa bantuan beras di daerah lain pun bisa jadi sama tidak layak konsumsi .

“Karena kami punya bukti berasnya. Kami akan melakukan investigasi serta mempertanyakan sekaligus menyayangkan ke Pemprov Jatim atas temuan ini,” tegas Asraf.

Untuk itu, lanjutnya, harus dicari tahu pangkal permasalahannya walaupun harus meminta pertanggungjawaban kepada Gubernur Jawa Timur karena Kepala Dinas Sosial Jatim tidak melakukan Pengecekan terlebih dahulu dan cenderung membiarkan.

“Terus fungsinya Pemprov apa kalo hanya menyalurkan bantuan dari Pusat ke daerah kan sama saja seperti Kurir Jasa Pegiriman,”  sambungnya.

Asraf mengatakan, jangan sampai rakyat diperlakukan seenaknya saja, masyarakat di bangkalan dan daerah-daerah lain sudah merasa merasa terpukul karena perpanjangan PPKM yang berjilid-jilid.

“Ini malah dikasih bantuan yang tidak layak untuk diterima, kok Bisa Gubernur Jatim lengah dan tidak memperhatikan rakyatnya,”  pungkas Asraf.

Senada, Wakil Sekretaris Wilayah DPW LSM LIRA Jatim, Samsudin mengecam keras bantuan bansos dalam bentuk paket beras yang tidak layak dikonsumsi itu.

“Mulanya, bansos beras itu dikirim dari Gresik menuju Kabupaten Bangkalan menggunakan 2 truk berisi 3.000 ribu paket beras. Saat diturunkan di kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan dilakukan pengecekan oleh Kepala Dinsos Bangkalan, Wibagio Suharta bersama Tim Koordinasi Bansos Pangan,” papar Samsudin.

“Saat dilakukan pengecekan oleh Tim Koordinasi, beras yang dikemas dengan bertulis ‘Bantuan Beras PPKM Darurat Kemensos RI’ tersebut berwarna kuning dan banyak kutu berasnya. Kualitas berasnya sangat jelek, sangat tidak layak konsumsi, warnanya kuning dan kutuan,” ungkap Samsudin SH yang juga sebagai Bupati LSM LIRA Kab. Probolinggo itu.

Samsudin memprotes bantuan dari Kemensos itu lantaran Kabupaten dan kota di jawa timur ini bukan tempat pembuangan sampah, sehingga masyarakat disuruh konsumsi beras yang sangat buruk dan tidak layak. “Kita akan Usut siapa Penyalur beras ini dan mendesak Gubernur Jatim untuk menolak dan meminta ganti beras yang layak Konsumsi untuk Rakyat Jawa Timur,” cetusnya.

Sementara, Kepala Dinsos Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta menyampaikan bahwa pihaknya sudah melaporkan perihal tersebut kepada Kepala Dinsos Provinsi Jawa Timur. Namun tidak mendapat tanggapan yang diharapkan.

“Jawabannya suruh diterima saja dulu, kalau ada komplain nanti urusan belakang,” tutur Wibagio menirukan tanggapan Kadinsos Jatim.

Padahal kata Wibagio, Kabupaten Sumenep menerima bantuan yang sama dari Kemensos, namun kualitas berasnya lebih bagus, tidak kuning.

Wibagio berharap, pihak penyedia bantuan beras PPKM Darurat dari Kemensos tersebut dapat menggantinya dengan kualitas beras yang lebih bagus.

“Saya kembalikan semuanya, dan harapan saya ya diganti dengan kualitas yang lebih bagus,” tandasnya. LN-TIM

Related posts