Eks-Kombatan ISIS Asal Indonesia Bukan Tanggung Jawab NKRI

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) PDIP menilai negara Indonesia tak punya kewajiban dan tanggung jawab terhadap eks-kombatan ISIS asal Indonesia yang kini berada di Timir Tengah.

Ketua Bidang Ideologi dan Pendidikan DPN Repdem, Leni Rodiah, mengatakan bahwa mantan warga negara Indonesia yang memusuhi NKRI dan bergabung dengan ISIS mutlak masuk dalam kategori pengkhianat bangsa.

Read More

banner 300250

“Bagi kami ini bukan lagi bicara tentang kemanusiaan atau kesempatan untuk ber-ishlah dan kembali menjadi WNI. Namun tentang komitmen dan loyalitas terhadap negara,” ujar Leni kepada LiraNews di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Ia juga menilai eks-Kombatan ISIS telah melanggar konsistensi menjalankan janji kepada para leluhur. Mereka juga melawan konsep “hubbul wathan minal iman” atau membela tanah air adalah bagian dari pada iman.

Leni juga mengingatkan setiap orang yang menjadi Warga Negara Indonesia memikul kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara dengan segenap jiwa dan raga.

Kata Leni, dalam teks proklamasi yang dibacakan oleh Sukarno-Hatta di Jakarta pada Tanggal 17 Agustus 1945, secara tegas dikatakan bahwa kita adalah bangsa Indonesia, bangsa majemuk yang satu meski terdiri dari berbagai keberagaman suku, agama dan budaya.

Dengan demikian, jelas Leni, tak bisa diterima jika mereka (eks kombatan ISIS dari Indonesia) kembali ke Indonesia, karena telah melecehkan NKRI dengan berbagai aksi yang dilakukan secara sadar.

“Mereka pembakaran identitas diri, menyatakan diri bukan lagi warga negara NKRI, serta memaki-maki NKRI di muka umum adalah bukan lagi bagian dari republik ini,” ujar Leni.

“Bahkan bukan hanya dilakukan secara personal, mereka juga aktif memengaruhi dan mengajak masyarakat untuk memusuhi NKRI dan bergabung bersama ISIS,” lanjutnya.

Dalam Undang- undang Dasar Tahun 1945 pasal 27 ayat (3), kata Leni, sudah sangat jelas disebutkan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.”

Ditegaskan kembali dalam pasal 30 ayat (1) yang mengamanatkan bahwa, “Tiap- tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”.

“Namun kenyataannya alih-alih membela negara, mereka justru lebih memilih bergabung bersama ISIS,” tukas Leni.

Bagi Leni, kehilangan hak sebagai warga negara adalah konsekuensi penuh atas pilihan mereka untuk menjadi bagian dari ISIS.

Maka dengan demikian, jelas Leni, memulangkan mereka tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah NKRI.

Jangankan bertanggungjawab, kata Leni, sekadar memikirkan bagaimana mereka selanjutnya saja sudah bukan menjadi beban negara yang penuh dengan keindahan alam dan kedamaian senyum penduduknya ini.

“Saya Leni Rodiah sebagai Ketua Bidang Ideologi dan Pendidikan Dewan Pimpinan Nasional Repdem PDI Perjuangan mendukung 100 % dan berdiri sepenuhnya bersama sikap bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia yang sangat tegas menolak permintaan atau ajakan agar memulangkan kembali Warga ISIS eks WNI ke pangkuan Bumi Pertiwi,” tutup Leni.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60