Ermy Kullit : Siapa Pun Presiden Terpilih Harus Didukung

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

LiraNews, Jakarta — Penyanyi legendaris yang menjadi ikonnya restoran Waroeng Rakyat Nusantara ATM (Akmad Tamim Mustofa) Ermy Kullit rupanya masih eksis didunia tarik suara, meski usianya menginjak 64 tahun.

Tampil di Waroeng Rakyat Nusantara, suara perempuan kelahiran Manado ini masih seperti dulu, ketika melantunkan tembang “Pasrah” ciptaan Ryan Kyoto dan “Kasih” Album ketiga ciptaan Ricard Kyoto bersama Almarhum Ireng Maulana.

Artis yang menorehkan hingga 20 album ini, mengaku merasa bahagia karena pemilik restoran Waroeng Rakyat sangat peduli terhadap artis-artis legendaris, artis 70-80-an, termasuk 90-an.

Ibu dua anak dan satu cucu ini mengaku bangga manggung direstoran tersebut karena Waroeng Rakyat Nusantara menjadi wadah berkarya, berekspresi terutama para artis legendaris.

Ermy mengaku sudah ada jadwal. Bahkan kata pemiliknya Brigjen Akhmad Tamim Mustofa tidak peduli, apakah Waroeng Rakyat Nusantara itu mau untung atau rugi. Tapi, yang jelas, semua penyanyi legendaris merasa happy.

Diakui Ermy, sebelumnya dirinya jarang bertemu satu panggung dengan rekan-rekannya satu perjuangan. Tapi kehadiran Waroeng Rakyat Nusantara itu menjadi ajang pertemuan mereka, reunian dan silaturrahmi.

Awalnya, Ermy hanya diundang untuk mengisi acara. Tapi pada akhirnya dia tampil secara reguler bersama artis legendaris lainnya. Bahkan dipercaya menjadi ikonnya Waroeng Rakyat Nusantara,

“Kita artis-artis senior ini sudah merasa seperti keluarga Bapak dan Ibu Tamim.  Jadi orang tua angkat beliau neh, “ujar Ermy pada LiraNews.com saat manggung di Waroeng Rakyat Nusantara, Jalan Kranggan Permai 9 Cibubur Jawa Barat, beberapa2 waktu lalu

Ermy tidak merasa tersaingi oleh penyanyi pemula. Dia bangga ada yang menjadi penerus. Tapi yang jelas, dia berharap penyanyi pemula bisa bertahan terus. Sebab, profesi ini bukan hanya sekedar hobby, namun menjadi perkerjaan sehari-hari.

“Allah sudah berikan kita sebuah talenta dan kita hidup dari talenta itu. Menyanyi sudah profesi kitalah. Kerjaan kita itu, “katanya.

Menyinggung, seandainya dia ditawari lagu-lagu bertema politik, Ermy bersedia. Tapi, lagu-lagu tersebut liriknya  menyuarakan tentang himbauan untuk persatuan, mempertahankan NKRI.

Artinya, sebagai artis, ibarat dalam situasi perang pun Ermy tetap menyanyi. Menyanyi menghibur tentara yang menjaga kedaultan NKRI.

Makanya dia berharap dalam situasi pasca Pilpres ini, Indonesia tetap aman-aman saja. Siapa pun yang terpilih jadi Presiden harus didukung. Apalagi Presidennya pencinta lagu-lagu Indonesia.

“Saya berharap pada Presiden terpilih untuk membangun gedung khusus konser musik. Show-show, pertunjukkan semua jenis musik. Seperti Gedung Kesenian Jakarta itu,” pungkasnya. LN-AZA

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Tue May 21 , 2019
LiraNews.Com