Fahri Hamzah: Polisi Harus Tindak Pelaku Penghinaan Rasial Kepada Gubernur Ntb

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta polisi harus cepat menindak pelaku penghinaan rasial kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi dan Istri Erica Zainul Majdi.

Meskipun Gubernur NTB telah memaafkan pelaku dan pelaku telah meminta maaf, Fahri menegaskan, karena UU penghapusan diskriminasi ras dan etnis maka tindakan itu tidak bisa dihentikan.

Menurutnya, penghinaan etnis kepada seseorang memang dapat dijerat dengan pasal penghinaan sesuai KUHP pasal 315.

“Tetapi, setelah diundangkannya UU No 40 tahun2008 tentang Penhapusan diskriminasi Ras dan etnis maka penghinaan etnis bukan lagi delik aduan,” ujar Fahri dalam keterangannya.

Tindakan oknum penumpang yang menghina Gubernur NTB dengan kata-kata yang sangat tidak pantas itu, katanya, tidak saja menyinggung individu gubernur tetapi semua warga negara yang merasa memiliki identitas yang sama.

“Maka, polisi tidak boleh nunggu sebab penghinaan dan diskriminasi ini dirasakan oleh banyak orang. Jadi, ia bukan delik aduan. Polisi bisa langsung bertindak agar segera melakukan penegakan hukum terhadap pelaku,” tegas Fahri.

Sebagaimana diberitakan, penghina yang diketahui adalah mahasiswa Indonesia bernama Steven Hadisurya Sulistyo melakukan penghinaan rasial terhadap Gubernur Zainul Majdi saat berada di Bandara Changi, Singapura pada Minggu (9/4/2017) sekira pukul 14.30 waktu setempat.

Saat itu, Zainul atau yang biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dan istrinya yang hendak bertolak menuju Jakarta tengah antre di counter Batik Air yang ada di Bandara Changi. Tiba-tiba dari arah belakang, muncul Steven melontarkan protes karena merasa antre lebih dulu.

Steven menduga TGB langsung masuk ke antrean. Padahal TGB hanya sejenak meninggalkan antrean untuk bertanya kepada petugas. Dia meninggalkan sang istri untuk tetap berada dalam baris antrean. Persoalan ini cuma dipicu salah paham.

Kemudian membuat si pria menyampaikan kata-kata hinaan yang sangat kasar kepada TGB. Karena kata-kata makian tersebut teramat kasar, TGB lantas mengadukan persoalan tersebut ke petugas Bandara Soekarno-Hatta, setiba dia di Jakarta.

Namun belakangan, TGB memilih memaafkan pria berinisial SHS tersebut. SHS juga telah meminta maaf dan mengakui kesalahan melalui secarik surat bermeterai. LN-AZA

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Sat Apr 15 , 2017
LiraNews.Com