FBN Desak Kemenkominfo Cepat Batasi Internet Di Wilayah Potensi Konflik

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews — Ada Grand Design dan skenario besar Asing di bumi Papua dengan tujuan menguasai Sumber Daya Alam di Papua, Negara harus hadir di Papua karena ada indikasi anak bangsa mau di adu domba, Kementerian Kominfo harus memetakan potensi lokasi konflik dengan segera melakukan pembatasan koneksi internet dan medsos agar paparan konflik tidak meluas.

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Forum Bela Negara (FBN) Bali, Agustinus Nahak saat dimintai pendapatnya, Rabu (21/8/2019).

“Masyarakat harus waspada terhadap provokasi dan hati-hati dalam menerima berita yang beredar di Medsos, mari kita bijak dalam membaca berita yang beredar Medsos atau on line karena  tidak menutup kemungkinan berita tersebut hoax dan akhirnya bisa memicu masalah yang lebih besar,” tutur Nahak.

Kedepan, menurut Nahak, Kemenkominfo harus cepat mengantisipasi dengan merespon setiap jengkal potensi konflik di seluruh wilayah Ibu Pertiwi dengan melakukan pembatasan internet dan medsos, dan jika hal itu sudah dilakukan seharusnya lebih cepat lagi.

“Ingatlah bahwa Indonesia adalah Negara Merdeka yang mana Papua bagian dari Indonesia yang tidak terpisahkan, dan Hukum harus di tegakkan ketika ada gerombolan orang yang ingin Papua Merdeka atau lepas dari NKRI, kita sebagai anak Bangsa harus ikut dalam menjaga Bumi Papua,” cetusnya.

“Pemerintah harusnya lebih peka dengan situasi yang terjadi di Papua karena bukan hanya masalah ketersingungan namun ini sudah ada indikasi Makar yang di lakukan kelompok tertentu di Papua, Negara harus tegas dan tidak boleh ada toleransi ketika ada kelompok tertentu yang melakukan gerakan Makar, Salam Bela Papua , NKRI harga Mati,” tutup Nahak tegas. :LN-RED

banner 300x250

Related posts

banner 468x60