Fitra: Kpk Harus Bongkar Korupsi Hutang Jasa Marga

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Koordinator Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Apung Widadi, menilai bahwa pembengkakan hutang pada PT. Jasa Marga senilai 5,7 T yang hanya dalam kurun waktu 3 bulan itu karena Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kurang transparan dalam mengelola administrasi.

“Mekanisme utang BUMN pada PT. Jasa Marga ini kadang kurang transparan, walaupun dengan persetujuan Menteri BUMN,” terang Apung Widadi seperti dilansir Klikanggaran.

Apung Widadi berharap kepada seluruh pejabat yang ada di Kementerian BUMN, terkhusus kepada Menteri Rini Sumarno, untuk tidak lagi hutang-hutang. Karena menurut Apung, hutang-hutangan akan membuat negara rugi.

“Harapan kami kepada seluruh pejabat BUMN, terkhusus kepada Menteri Rini Soemarno, agar tidak ada lagi utang-utang, BUMN bikin rugi negara,” tegas Apung.

Masih kata Apung, KPK juga harus bongkar seluruh indikasi korupsi yang ada. Terkhusus adanya kasus pembengkakan hutang pada PT. Jasa Marga.

“KPK harus bongkar seluruh indikasi korupsi terkhusus kasus hutang ini,” terang Apung.

Sebelumnya diketahui, berdasarkan sumber catatan keuangan, pada tanggal 30 Maret 2016 PT. Jasa Marga mempunyai hutang sekitar 37,1 T dan pada tanggal 31 Maret 2017 mencapai 42, 8 T. Sehingga pembengkakan hutang per tiga bulan mencapai 5,7 T.

Adapun kenaikan-kenaikan hutang PT. Jasa Marga itu berasal dari hutang bank 2016 sekitar 11,5 T. Kemudian di tahun 2017 mencapai 14,7 T, selanjutnya berasal dari pembebasan tanah pada tahun 2016 mencapai 320,2 M dan pada tahun 2017 menjadi 1,2 T. Sedangkan hutang obligasi pada tahun 2016 mencapai 12.993.441.603.000 dan pada tahun 2017 sebesar 2.994.199.880.000. LN-JMP

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60