Fkpi: Bom Kampung Melayu Tindakan Pengecut, Bukan Ajaran Agama

  • Whatsapp
banner 468x60

Bandung, LiraNews.com – Ketua umum Forum Komunikasi Perempuan Indonesia (FKPI), Teh Wenny Nurwendah Sari  mengutuk atas tindakan yang dapat membahayakan diri dan orang lain.

Hal ini dikatakan Wenny terkait bom bunuh di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu malam (24/5/2017).

Dia mengajak semua perempuan untuk jadi bagian pencegahan dalam upaya bahaya nya pemahaman radikalisme, anarkis dan teroris kita revolusi dengan cara santun dan bijak sebelum revolusi ke orang lain.

“Kita mengajak untuk revolusi sendiri terlebih dahulu, siapa kita untuk apa kita dicipta dan akan melakukan apa dan untuk siapa kita hidup,” ujar Wenny dalam keterangannya, Kamis (25/5/2017).

Wenny mengaku prihatin dan turut berduka yang mendalam atas para korban. Menurutnya, bom seperti itu bukanlah perintah agama apapun yang masih murni, namun jelas-jelas sebuah perbuatan pengecut yang didorong oleh bisikan setan dan para pengikutnya.

Para pelakunya jika mereka menyatakan beragama Islam sesungguhnya sudah keluar dari ajaran Islam karena mereka tidak hirau lagi atas ajaran agamanya yang melarang membunuh orang lain tanpa berhak.

Sebagaimana dalam Al Qur’an surah Al Maidah ayat ke-32: “…barangsiapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena orang itu membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya…”

“Dan ayat-ayat lainnya yang dengan tegas melarang pembunuhan yang tanpa alasan yang hak,” katanya.

Allah SWT, lanjutnya,  memerintakan kita untuk mengajak dan menyeru kepada kebaikan, dan mencegah kemunkaran. Kalau tidak bisa mencegah kemunkaran, maka biasakanlah menyeru serta mengajak kepada kebaikan, niscaya kemunkaran insya Alloh akan dapat dicegah.

Selain itu, Wenny juga menjelaskan, pemahaman radikalisme di setiap sekolah atau pelajar, kampus atau mahasiswa, instansi atau pegawai, perusahaan atau buruh, lsm, ormas atau masyarakat dan organisasi yang lain lainnya harus lah mendapatkan sentuhan Revolusi hati, akal dan pikiran.

“Tujuannya agar tidak salah dalam memutuskan suatu keputusan bila kita di hadapkan pada suatu pilihan yang harus kita putuskan untuk mengambil suaru keputusan,” terangnya.

Untuk kedepan, jelasnya, program program pemberdayaan perempuan sangatlah harus ditinngkatkan.

“Karena perempuan bila sudah tertata insya Allah negara ini akan terata nantinya,” pangkas aktivis Perempuan LIRA (Lumbung Informasi Rakyat). LN-RTN

banner 300x250

Related posts

banner 468x60