FPPK: Usut Tuntas Oknum Polisi Pelaku Pembotakan Terhadap Guru

  • Whatsapp
banner 468x60

Sukabumi, LiraNews – Menyikapi situasi dan kondisi 4 orang guru SMPN 2 Turi Sleman, Yogyakarta, Forum Pimpinan PGRI Kabupaten Kota Seluruh Indonesia (FPPK) meminta Kapolri, Kapolda DIY dan Kapolres Sleman untuk mengusut tuntas oknum polisi pelaku pembotakan terhadap guru yang tidak manusiawi.

“Para guru, pembina Pramuka baru berstatus tersangka tidak layak mendapat hukuman sosial seperti tersebut,” ujar Ketua FPPK, Dr. Dudung M. Koswara, M.Pd dalam keterangannya, Kamis (27/2/2020).

Pasalnya, kata Dudung, Negara Republik Indonesia adalah negara hukum, maka hukum harus ditegakkan. “Kalau belum ada ketetapan pengadilan, maka praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi,” tegasnya.

Hal ini, jelasnya, berdasarkan nota kesepahaman antara Persatuan Guru Republik Indonesia dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor 210/um/PB/XXI/2017 – B/33/IV/2017, tanggal 20 April 2017 tentang perlindungan hukum bagi guru.

Sebelumnya Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto memberikan penjelasan atas protes terkait guru yang jadi tersangka kasus susur sungai di Turi Sleman digunduli.

“Menyikapi protes yang disampaikan, Propam Polda DIY dari tadi pagi sedang melakukan pemeriksaan di Polres Sleman untuk mengetahui pelanggaran yang dilakukan oleh anggota,” kata Yuliyanto, Rabu (26/2/2020).

“Jika nanti terbukti ada pelanggaran maka akan dilakukan tindakan kepada petugas yang menyalahi aturan,” tambah dia.

Sebelumnya tiga tersangka kasus susur sungai Sempor yang menewaskan 10 pelajar SMPN 1 Turi Sleman Yogyakarta dihadirkan saat jumpa pers di Polres Sleman Selasa (25/2/2020). Semua tersangka termasuk dua orang guru mengenakan baju tahanan berwarna oranye dengan rambut gundul. LN-MUS

banner 300x250

Related posts

banner 468x60