Fraksi PDIP DPR RI Rayakan HUT PDIP Ke 47

Jakarta, LiraNews – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR RI merayakan hari ulang tahun (HUT) PDIP ke 47 di Gedung Nusantara 2, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (10/2/2020).

Kepada para awak media, Ketua DPR RI yang juga merupakan politisi PDIP Puan Maharani menyampaikan, rasa syukurnya atas segala pencapaian partai berlambang banteng dengan moncong putih tersebut selama ini.

Puan juga berharap, semoga setiap anggota DPR RI periode 2019-2024 ini dapat guyup bersatu dalam kegembiraan.

“Ya tentu saja hari ini merupakan HUT ke 47 PDIP yang dilakukan di DPR RI oleh fraksi PDIP. Saya berharap tentu saja DPR RI periode sekarang ini 2019-2024 itu akan guyub bersatu dalam kegembiraan,” katanya.

Tentu saja, ujar Puan, dengan dinamika politik yang ada, pasang surut, naik turun, para anggota DPR RI tetap akan bekerja bersama-sama.

“Dalam artian semua yang kita lakukan untuk rakyat, saya harapkan tidak ada sekat-sekat warna yang kemudian menjadi dominasi di DPR RI ini,” tuturnya.

Menurut putri Megawati Soekarnoputri tersebut, perbedaan dalam politik merupakan hal biasa, namun segalanya dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat.

“Kita semua bisa bicara musyawarah dan mufakat. Namun kalaupun kemudian ada perbedaan, namanya politik itu pasti akan ada perbedaan,” ucapnya.

Ke depannya, Puan berharap, ke depannya DPR RI dapat menghasilkan produk-produk legislasi yang bermanfaat untuk rakyat.

“Jadi ke depan ini kami harapkan bahwa DPR RI akan lebih baik, bisa menghasilkan produk-produk legislasi yang memang bermanfaat, dan tentu saja bisa membuktikan bahwa kami ini dipilih oleh rakyat, dan untuk rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut, terkait kehadiran Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini yang merupakan oposisi pemerintah pada acara ulang tahun PDIP tersebut, Puan menyatakan, tentunya dalam politik diperlukan oposisi untuk melakukan kritik terhadap pemerintah.

“Dengan membangun demokrasi yang ada di Indonesia tentu saja kita membutuhkan kritik dan otokritik,” jelas anggota DPR RI asal Dapil Jateng 5 tersebut.

Puan menilai, tujuan dari adanya oposisi di Indonesia, agar ada pihak yang dapat mengingatkan pemerintah agar selalu berada di pihak rakyat.

“Jadi kalau kemudian ada fraksi yang belum bersama-sama, tentu saja itu yang akan mengingatkan kepada pemerintah dan pendukung pemerintah untuk bisa bersama-sama menjalankan hal-hal yang terkait dengan rakyat itu, tanpa kemudian kita lupa diri,” imbuhnya.

Puan menambahkan, tidak masalah apabila ada partai yang tidak sejalan dengan pemerintah dan lebih memilih di luar pemerintahan, lantaran hal tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi.

“Namun, tentu saja kalau belum bisa bersama-sama itu merupakan satu proses demokrasi yang ada di Indonesia,” tutupnya. LN-RON