Statemen Bupati Bikin Gaduh, Pemuda Pancasila Belitung Desak Bupati Sahani Saleh Segera Minta Maaf dan Jangan Asbun

Belitung, LiraNews – Pengurus SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Belitung sangat prihatin dan menyesalkan pernyataan Bupati Belitung Sahani Saleh yang memicu kegaduhan di masyarakat.

Bupati Belitung, Sahani Saleh, dalam sebuah wawancara di media sosial mengatakan tidak mempersoalkan dan akan membiarkan warganya mati kelaparan, demi menekan penularan pandemi Covid-19 di Belitung.

Sekretaris SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Belitung, Tantowi Thomas mengatakan, pernyataan Bupati Belitung Sahani Saleh sangat tidak pantas karena tidak punya rasa Kemanusiaan. “BIARLA MATI BANG RUMA”.

“Menangani pandemi dengan mengorbankan masyarakat hingga mati kelaparan adalah satu kesesatan pikir yang sangat parah. Jika logika berpikirnya seperti itu, maka biarkan saja pandemi ini, toh sama-sama akan menimbulkan korban,” ujar Tantowi kepada awak media, Jumat (23/7/2021).

Tantowi atas nama SAPMA Pemuda Pancasila Belitung mendesak Bupati Belitung menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, dan menyampaikan langkah-langkah kongkrit Pemda Belitung dalam menangani pandemi Covid-19 ini kepada masyarakat dengan jelas.

“Kami juga mendesak DPRD untuk menggunakan hak interpelasi sesuai dengan tugas dan fungsinya mewakili seluruh lapisan masyarakat sebagai penyambung lidah rakyat,” tegas Tantowi.

Ia mengingatkan, statemen Bupati Belitung menunjukkan ketidakpekaan kepala daerah terhadap kondisi masyarakat. Juga ketidakmampuannya dalam menyikapi kondisi pandemi dan pemimpin latah yang Asbun.

Tantowi juga menilai perlu ada tindakan nyata serta terukur dari Pemkab untuk mengatasi pandemi ini, bukan asal bicara dengan celotehan yang mempertunjukkan kebodohan seorang pemimpin.

Tantowi selaku Sekertaris Pengurus Cabang SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Belitung menilai pernyataan Bupati Belitung menunjukkan ketidakpahaman dan ketidakmampuannya dalam menghadirkan solusi dalam menangani pandemi ini.

Padahal saat ini dibutuhkan pernyataan yang solutif dari pimpinan daerah, dalam hal ini berupa solusi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, yakni pemerintah daerah dapat menekan laju penyebaran Covid-19 dan masyarakat dijamin keselamatan dan kesejahteraannya.

“Bukan dengan cara menunjukkan arogansi dan merelakan membiarkan masyarakat “mati” kelaparan hanya karena pemerintah daerah ingin menekan laju penyebaran covid-19,” papar Tantowi.

Dalam situasi pandemi seperti ini, lanjut Tantowi, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Maka sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi nyata, bukan hanya sekedar celotehan yang asal-asalan seperti itu,” tuntas Tantowi.

Related posts