Gara-Gara Pemerintah Impor Garam, Ribuan Ton Garam Di Cirebon Belum Laku

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

LiraNews, Cirebon –Ribuan ton garam yang masih tersimpan di sejumlah gudang milik petani di Cirebon, Jawa Barat lantaran belum terjual. Tengkulak pun tidak ada yang mau membelinya, karena milik para tengkulak pun masih banyak yang belum terjual. Petani garam Cirebom semakin merugi setalah pemerintah mengimpr garam dari luar negeri.

“Kami bukan hanya kesulitan menjual garam yang tersimpan, juga kesulitan menjual garam yang baru kami panen. Walaupun sudah beberapa kali menawarkan ke tengkulak, namun tidak ada yang mau membelinya,” ujar Toto (38), salah satu petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, kemaren.

Menurut Toto, ribuan ton garam yang belum laku dijual merupakan garam hasil panen tahun lalu. Hal tersebut dipastikan karena setiap petani masih memiliki simpanan garam sebanyak 20-50 ton garam, dan hampir setiap tengkulak masih memiliki ratusan ton garam.

Hal senada diakui Warpin (46) yang mengaku masih menyimpan garam hasil panen tahun lalu. Di gudangnya ia masih menyimpan garam mencapai 30 ton garam.

“Susah sekali menjual garam saat ini. Garam hasil panen saat ini dan hasil panen tahun lalu masih belum laku,” keluhnya.

Dia khawatir penyebab sulitnya petani menjual garam akibat masuknya garam impor ke Indonesia. Untuk itu ia berharap pemerintah lebih bijak dalam membuka kran impor garam.

“Jangan impor garam, utama milik garam petani dulu,” pungkasnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Garam Indonesia (APGI) Jabar, Cucu Sutara mengatakan, menumpuknya stok garam di tingkat bawah bukan karena tidak terserap.

Menuturnya, datangnya garam impor membuat para pembeli berpikir dua kali karena sewaktu-waktu harga bisa berubah.

“Impor ini adalah keterpaksaan karena kemarin kapasitas kurang. Ini belum stabil, sedang tumbuh,” katanya. **

 

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Thu Jul 4 , 2019
LiraNews.Com