Gaya Berpacaran Kebablasan Sampai Masuk Bui

Surabaya, LiraNews – Gaya berpacaran yang bebas macam orang barat membuat pemuda berinisial G (18) warga Jalan Tembok Dukuh Surabaya diamankan oleh Polisi dari Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya dengan tuduhan persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Pelaku G diamankan setelah ibu korban melaporkan ke Polisi kasus persetubuhan yang menimpa putrinya berinisial FN (14), pelajar SMK di bilangan Surabaya Utara.

Sejatinya antara korban dan pelaku ini adalah sepasang kekasih, yang berpacaran dari bulan Desember 2019 sampai bulan Januari 2020. Karena termakan rayuan pelaku, akhirnya korban mau diajak untuk melakukan hubungan layaknya suami istri dari kurun waktu Desember 2019 sampai dengan Januari 2020.

AKBP Sudamiran Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, menerangkan, awalnya pelaku ini membujuk rayu korban dengan berkata yang manis. Bahkan agar korban percaya, pelaku berjanji akan meminangnya. Dia sudah siap untuk menghadap kedua orang tua korban.

“Pelaku berjanji akan melamar setelah korban lulus dari sekolah smk, akhirnya korban luluh dan menyerahkan kehormatannya,” kata AKBP Sudamiran Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (2/4/2020).

Modusnya, pelaku mendatangi rumah korban pada malam hari tepatnya pukul 22.30 WIB, yang awalnya korban disuruh untuk tidur, kemudian ditarik pakaian korban oleh pelaku hingga persetubuhan itu terjadi. Korban ini sudah dicabuli sebanyak 4 kali, yang 3 kali di rumah korban di Margodadi Surabaya tepatnya di lantai 2 ada kamar kosong.” 1 kali dilakukan persetubuhan tersebut di rumah nenek pelaku di perbatasan Bangkalan dengan Sampang,” beber Sudamiran.

Polisi menjeratnya dengan Pasal 81 UU RI No. 17 tahun 2016 Jo. Pasal 76D UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Penetapan Perpu No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. LN-Alamuddin