Gempa Banten Akibatkan Bangunan di Taman Nasional Ujung Kulon Rusak

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Gempa bimi berkekuatan 6,7 SR (Skala Richter) mengguncang wilayah Banten, Jumat, sekitar pukul 16.05 WIB. BMKG melaporkan telah terjadi lima gempa bumi susulan usai gempa pertama.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) Balai TN Ujung Kulon Dudi Mulyadi mengatakan, Gempa itu mengakibatkan sejumlah bangunan di Taman Nasional Ujung Kulon rusak.

Read More
banner 300250

“Berdasarkan informasi lapangan bahwa dampak gempa berkekuatan 6,7 SR (Skala Richter) telah menyebabkan banyak sekali bangunan yang rusak dan hancur terutama atap genting dan tembok retak-retak dan roboh,” ujar Dudi dikutip Antara yang bertanya via aplikasi pesan dari Jakarta, Jumat (13/1/2022).

“Saat ini terkonfirmasi beberapa bangunan pusat ECO edu tourism terkondisikan rusak berat di mana atap genting berjatuhan dan plafon hancur. Begitu pula kantor seksi PTNW II atap gentingnya berjatuhan,” jelasnya.

Dikatakan pula saat ini petugas di Pulau Panaitan, Pulau Peucang, dan Cibunar di Semenanjung Ujung Kulon telah terhubung via telepon dan aplikasi pesan. Berada dalam kondisi baik.

Balai TN Ujung Kulon telah mengimbau para petugas untuk terus waspada akan potensi gempa susulan.

Selain itu, petugas yang berada di Pulau Panaitan dan Peucang pada Sabtu (15/1) akan dievakuasi sambil pergantian sif kerja untuk 15-30 Januari 2022.

Gempa magnitudo 6,6 mengguncang wilayah Banten pada Jumat, sekitar pukul 16.05 WIB. Episentrum gempa berada 132 kilometer barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten di kedalaman 40 kilometer.

Gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperlihatkan bahwa gempa itu memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Related posts