Gerindra Hormati Keputusan Jokowi Pasca 2024

Jakarta, LiraNews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rencananya usai purnatugas menjadi kepala negara pada tahun 2024 mendatang.

Jokowi menyatakan, dirinya akan kembali ke Solo menjadi rakyat biasa dan aktif di bidang lingkungan hidup.

Read More
banner 300250

Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menghormati keputusan Presiden Jokowi.

“Apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah rencana beliau seusai 2024, namun apapun itu kita serahkan kepada beliau yang akan menjalani sesudah 2024 akan bagaimana tentu akan kita serahkan ke beliau,” kata Dasco kepada para wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Menurut Dasco, dalam UU tidak diatur mengenai aktivitas seseorang setelah dirinya tidak lagi menjadi presiden.

“Tidak ada juga batasan-batasan dalam UU yang mengatur presiden yang sudah selesai masa jabatan tidak boleh beraktivitas lain selain di bidang lingkungan,” ungkap Wakil Ketua DPR RI ini.

Dasco kembali menegaskan, dirinya mengapresiasi rencana pribadi Jokowi setelah dirinya tak lagi menjabat sebagai Presiden RI.

“Tentu, kita apresiasi Pak Jokowi sudah punya rencana pribadi setelah 2024. Apapun itu kira serahkan pada Jokowi,” imbuh Dasco.

Terkait hasil Litbang Kompas yang merilis elektabilitas capres, salah satunya siapa calon-calon yang didukung atau mendapat pujian dari Jokowi, di mana 15 persen justru setuju untuk memilih tapi 35 persennya masih pikir-pikir.

Banyak pihak menilai, pujian dari Presiden Jokowi tidak mendongkrak dukungan dari masyarakat.

Mengingat Menhan RI Prabowo salah satu yang dapat pujian dari Presiden Jokowi, Dasco meyakini, tujuan Jokowi memuji para menterinya sebagai bentuk wujud kepuasan atas kinerja mereka.

“Ya saya pikir puji memuji tujuannya bukan menang pilpres, saya pikir apa yang disampaikan Jokowi kepada para menterinya tidak hanya Prabowo merupakan ungkapan yang sampaikan Presiden yang puas atas kinerja mereka,” beber Dasco.

Dasco meyebut, para pemilih di Indonesia sudah cerdas sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.

“Nah kalau itu dikait-kaitkan dengan kontestasi pilpres, saya pikir pemilih sudah cerdas, kalau sekitar 15 persen pemilih mengikuti apa yang Presiden tapi selebihnya kan masih akan melihat sejauh mana kinerja yang dipuji oleh Pak Jokowi. Apakah nanti masih bisa bertambah kinerjanya atau kemudian nanti saat pilpres malah tidak bertambah,” tukas Dasco

Dasco meyakini, Prabowo tetap fokus untuk kerja dan kerja sebagai pembantu Presiden di bidang pertahanan.

“Saya pikir itu adalah komitmen yang disampaikan ketika akan melakukan rekonsiliasi dan kemudian menerima jabatan sebagai Menhan,” pungkas Sufmi Dasco Ahmad. LN-RON

Related posts