Gerindra Tak Permasalahkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen

Jakarta, LiraNews– Partai Gerindra tak mempermasalahkan jika ambang batas parlemen (parliamentary threshold) naik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Gerindra siap ikut aturan main jika wacana penaikan ambang batas disepakati.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (17/11/2020).

Read More
banner 300250

“Baik empat persen, tujuh persen, kami siap mengikuti sesuai aturan yang berlaku,” kata Dasco.

Namun, Wakil Ketua DPR itu belum mau membocorkan ambang batas parlemen yang akan diajukan oleh Gerindra pada revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Syarat partai lolos parlemen masih digodok internal partai,” ungkap anggota Komisi III DPR RI ini.

Dasco mengaku, partainya tidak gentar jika parliamentary threshold naik menjadi 7 persen.

“Seluruh kader diminta mempersiapkan diri menyambut pesta demokrasi nasional yang diyakini bakal semakin ketat,” tutup legislator asal Dapil Banten 3 ini.

DPR sendiri mulai membahas revisi UU Pemilu. Beberapa poin utama aturan main Pemilu 2024 nanti dibahas, salah satunya ambang batas parlemen.

Beberapa partai mengusulkan agar syarat partai lolos ke parlemen dinaikkan dari 4,5 persen menjadi 7 persen. Usulan ini diajukan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), NasDem, dan Golkar.

Penaikan ambang batas parlemen juga diusulkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun, dua partai itu mengusulkan ambang batas hanya naik menjadi 5 persen.

Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN) mengusulkan agar tidak ada perubahan ambang batas parlemen. Parliamentary threshold ini akan mempengaruhi partai baru yang berusaha masuk parlemen. LN-RON

Related posts