Gnpf Mui Inilah Pemenang Di Hari Kemenangan

  • Whatsapp
banner 468x60

Sidoarjo, LiraNews.com – Momentum pertemuan GNPF MUI dan Jokowi kemarin siang telah membawa 2 sudut pandang dari para pemirsa. Dua sudut pandangan yang membutuhkan jawa dingin dalam mencernanya fenomena ini.

Kegiatan yang bisa dilakukan dengan cara membuang rasa marah dari dalam diri dari orang yang selama ini merasa terdzalimi di negara ini.

Mengutip pendapat dari Chaplin (1998) dalam dictionary of psychology, bahwa marah adalah reaksi emosional akut yang timbul kareana sejumlah situasi yang merangsang, termasuk ancman, agresi lahiriyah, pengekangandiri, serangan lisan, kekecewaan, atau frustasi dan dicirikan kuat oleh reaksi pada sistem otomik, khususnya oleh reaksi darurat pada bagian simpatetik, dan secara emplisit disebabkan oleh reaksi seragam, baik baik yang bersifat somatis atau jasmaniyah maupun yang verbal atau lisan.

Melihat berita dari berbagai media seperti yang diungkapkan oleh Pratikno bahwa pertemuan ini atas inisiatif dari GNPF MUI untuk bertemu Jokowi. Bisa jadi apa yang dilakukan oleh GNPF MUI ini, seperti apa yang disampaiakan Chaplin di atas adalah bentuk real si dari fenomena yang terjadi dengan cara menyelesaikan dengan berkomunikasi dua arah sebaik-baiknya tanpa ada sekat.

Dari sudut permusuhan, dari kelompok pendukung Jokowi, maka permintaan pertemuan yang berasal dari GNPF MUI ini akan menjadi bulan-bulanan dan nyiyir seperti menjatuhakn martabat presiden saja karena mereka menganggap selama ini yang dilakukan GNPF MUI dan segala aksinya terbukti bisa menyatukan kekuatan Islam.

Dari sudut permusuhan kelompok yang selama ini mendukung GNPF MUI, momentum ini bisa menjadi pertanyaan besar bagi peserta aksi, bahwa pertemuan ini harusnya tidak dilakukan karena kriminalisasi dengan menangkap tokoh2 nasional dan ulama adalah bentuk kesewenang wenangan pemerintah kepada umat Islam. Banyak kegiatan umat Islam mulai gerakan 212 dan seterisnya yang berkaitan dengan gerakan ini yang dipersulit aparat di lapangan, sampai mau menyewa bis saja untuk ke Jakarta tidak bisa.

Melupakan kesewenangan dari aparat akan sulit dilupakan oleh peserta aksi 212 dst. Begitu sulitnya umat Islam dari berbagai daerah untuk dapat berkumpul dengan saudaranya sesama Muslim berkumpul dalam satu kesatuan di Jakarta. Dengan berbagai kesulitan dan penghadangan kendaraan di jalan-jalan menuju Jakarta oleh aparat kepolisian ini menjadikan pengalaman pahit bagi umat Islam untuk percaya dengan pemerintahan model ini.

Dari sudut persaudaraan sebagai bagian dari ghiroh Islam, hal ini menunjukkan apa yang dilakukan oleh GNPF MUI adalah sikap damai yang patut di apresiasi. Sebagai gerakan damai terbesar dalam sejarah perjuangan umat Islam menuntut keadilan yang di ikuti jutaan umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia.

Sikap damai yang selama ini dilakukan oleh umat Islam dari seluruh gerakan yang selama ini sudah dilakukan. Tidak ada komplain kerusakan dari manapun ketika berlangsungnya aksi damai itu. Inilah sikap kedewasaan berpikir dan berperilaku orang Islam yang bisa ditunjukkan kepada masyarakat dunia. Islam itu damai yang menyejukkan siapapun.

Fenomena kesejukan ini yang ditampilakn oleh GNPF MUI pada saat pertemuan kemarin, walaupun secara eksplisit dari pernyataan Pratikno ada perasaan gengsi dari pihak pemerintah bahwa pertemuan ini di inisiasi oleh GNPF MUI.

GNPF MUI inilah pemenang di hari kemenangan dengan berinisiatif bertemu dengan pihak-pihak yang selama ini dianggap berseberangan dengan pandangan-pandangan dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh umat Islam utamanya yang mengikuti gerakan 212 dan sererusnya.

Inilah strategi khusus yang memerlukan kesiapan lahir dan batin untuk bisa melaksanakan kegiatan seperti ini. Dibutuhkan energi yang besar untuk membuang segala amarah dan dengki dari dalam diri.

Momentum positif di saat Idul Fitri dijadikan momentum untuk tabayun kepada pemerintah terhadap apa yang selama ini dihadapi oleh tokoh-tokoh Islam dengan berbagai tuduhan yang sumir.

Apakah dengan pertemuan ini umat Islam akan melupakan kejadian-kejadian yang menimpa selama ini? Memaafkan adalah suatu kewajiban, tetapi kesewenang-wenanagn tetap akan menjadi catatan yang tidak mungkin hilang dari dalam memori umat Islam.

Apakah dengan pertemuan ini akan memberi dampak kepada pemilih umat Islam untuk mendapat pengakuan dan dukungan umat Islam kepada Jokowi di 2019?? Terlalu jauh bersepekulasi seperti itu. Karena sekarang ini pilihan individu utk memilih pemimpin itu adalah fenomena yang tidak bisa dipengaruhi oleh pencitraan, beda dengan tahun 2014 yang lalu.

Selamat kepada pemenang di hari kemenangan ini, bahwa gerakan besar harus di ikuti gerakan negosiasi untuk melalangkan agenda besar umat Islam ini.

Wassalam

Sidoarjo, 26 Juni 2017

Ipoel Simatoepang, Penikmat Makanan Lento

banner 300x250

Related posts

banner 468x60