Gp Ansor Tuding Kelompok Radikal Lebih Berbahaya Dari Komunis

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menuding kelompok radikal yang mengatasnamakan agama lebih berbahaya dari ideologi komunis.

Ancaman serius bagi negara kini, menurutnya, adalah munculnya kelompok ekstrimis dengan menyebarkan ideologinya secara masif yang ingin mengubah dasar negara.

“Lihat saja peristiwa bom di Kampung Melayu, terus ada bom meledak yang baru dirakit di Bandung. Apakah kita ini enggak khawatir? Itu jelas ancaman di depan mata, daripada ancaman yang sering kali digembor – gembor kelompok mereka, (menyebut) PKI.. PKI,” ujar Yaqut di Kantor Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Dia beralasan ideologi Komunis tak lagi berkembang di seluruh bagian negara mana pun. Sehingga tak perlu ada yang ditakuti jika paham komunis bangkit.

Justru, katanya, fenomena belakangan ini berkembang adalah paham- paham dari kelompok radikal yang mengarah pada aksi terorisme.

“Apakah bisa PKI berdiri sendiri. Negara – negara komunis sekarang sudah bangkrut, Soviet bangkrut, China juga sudah jadi negara Kapitalis, Korea Utara juga sebentar lagi bangkrut. Mau bersandar di mana lagi, tidak ada kekuatan apa pun yg memungkinkan PKI balik lagi,” cetusnya.

Sedangkan kelompok – kelompok Islam radikal ini, lanjutnya, berani ngebom polisi di Kampung Melayu. Mereka berani merakit bom yang di Bandung dan Bom Thamrin.

“GP Ansor meminta pemerintah lebih tegas dengan keberadaan ormas – ormas anti Pancasila,” ujarnya.

Yaqut menilai, ormas seperti HTI yang ingin menginginkan adanya negara Islam tidak berhak hidup di Indonesia.

“Mereka itu serius untuk meruntuhkan negara ini dengan mengganti negara yang menurut mereka sesuai dengan yang mereka yakni negara Islam,” pungkasnya. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60