Gpii: Ahok Tidak Ditahan Lukai Hati Umat Islam

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Dedi Hermanto mengatakan, bahwa aksi yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2017 atau Aksi Bela Islam 313 adalah aksi menuntut untuk segera mencopot Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Karena pencopotan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” katanya.

Dedi menjelaskan, belum ditahannya Ahok  yang menyandang status terdakwa telah melukai hati umat Islam. Menurutnya, Ahok bukan hanya melakukan pelecehan terhadap Al Quran dan Umat Islam.

“Namun gara-gara Ahok telah terjadi pelecehan terhadap konstitusi negara,” kata Dedi.

Sampai sekarang, katanya, Ahok masih aktif sebagai Gubernur. Pengangkatan Ahok kembali dinilai cacat hukum, bertentangan dengan Pasal 83 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Dedi memaparkan, bunyi Pasal 83 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagai berikut:

1. Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah diberhentikan sementara tanpa melalui usulan DPRD karena didakwa melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat lima tahun, tindak pidana korupsi, tindak pidana terorisme, makar, tindak pidana terhadap keamanan negara, dan/atau perbuatan lain yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah yang menjadi terdakwa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberhentikan sementara berdasarkan register perkara di pengadilan.

3. Pemberhentian sementara kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan oleh Presiden untuk gubernur dan/atau wakil gubernur serta oleh menteri untuk bupati dan/atau wakil bupati atau wali kota dan/atau wakil wali kota. LN-NRQ

banner 300x250

Related posts

banner 468x60