Group Diskusi Orang Pintar Di Negara Wetanan

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jombang, LiraNews.com – Tidak terbilang berapa ribuan copy paste berseliweran setiap harinya di group diskusi orang pintar di negara wetanan. Bila melihat tema diskusi yang diangkat tidak jauh dari keyakinan organisasi masing-masing.

Dalam mengeluarkan argumentasinya untuk membantah lendapat tidak disetujui bekalnya cuman “jarene” saja, tapi itu dibuat sebagai hujah untuk menjatuhkan lawan tandingnya.

Seperti biasa setiap diskusi tema apapun di group orang pintar di negara wetanan pasti muncul suporter yang selalu memback up yang dianggap sealiran, bentuk diskusi akhirnya semakin seru karena copy paste semakin tidak terbendung jumlahnya, seperti banjir bandang yang digelontorkan.

Masing2 suporter terus mengeluarkan pendapat2 untuk memperkuat argumentasinya berdasarkan kemauan bukan berdasar kebenaran. Hal2 yang sudah benar kelihatan terang benderang saat itu bisa menjadi abu2.

Pendapat2 yang dibangun dan dianggap benar kadang jadi membuat pemirsa bingung dalam melihat diskusi yang katanya ilmiah itu. Samsung berbantahan dan bersahut2an menjadi diskusi semakin rame.

Kelimpahan yang ditawarkan berdasarkan kebutuhan kelompok organisasinya selalu mewarna hari-hari panjang dalam diskusi di negara wetanan, sepertinya yang penting berbeda dan masing2 bisa memunculkan persepsi untuk menguatkan pendapatnya.

Salam persaudaraan sesama Kslam untuk mencari persamaan di group diskusi orang pintar di negara wetanan sepertinya belum bisa terwujud dengan cepat, kecuali rakyat di group orang pintar di negara wetanan di revolusi untuk pindah kewarganegaraan.

Sesama orang pintar semestinya mencari solusi yang terbaik dalam memberi pencerahan kepada umat agar bisa bermanfaat.

Yang membuat prihatin adalah Para pemirsa yang dalam berargumen asal berbeda dan asal “njeplak” yang jauh dari hakikatnya perkumpulan orang2 pintar.

Para pemirsa ini dalam setiap diskusi menampilkan tulisan yang panjang dan luar biasa, tetapi ternyata hasil copy paste juga dari tulisan orang lain atau kelompoknya untuk memperkuat pendapatnya.

Apakah setiap tema yang dibahas di group diskusi orang pintar di negara wetanan bisa menyelesaikan persoalan yang di diskusikan?? Ketika orang pintar berkumpul dalam saru forum dan dari awal sudah membawa kemampuan dan kemauan organisasinya, maka Nasehat dan pendapat sebagus apapun akan dianggap angin lalu.

Karena kumpulan orang pintar, bisa jadi pendapat ulama yang ada dan diluar jalurnya, pendapatnya bisa salah semua karena tidak sesuai dengan versinya.

Serbuan hadits yang dibutuhkan akan segera dikeluarkan untuk memperkuat argumennya, yang dianggap lawan pun akan dengan secepat kilat mengeluarkan hadits-hadits yang juga diperlukan. Namanya saja oran pintar dengan jutaan buku yang dimiliki dan dipelajari maka akan sangat mudah mencari hadits yang sesuai argumennya.

Masalahnya adalah kalau sudah memiliki satu kesatuan pendapat bahwa semua ilmu yang didapat bersumber dari AlQuran dan Hadits, yang ditinggalkan Rasulullah untuk umatnya karena telah sempurnanya agama Islam, mengapa tidak mencari persamaan??

Inilah kelebihan group diskusi orang pintar di negara wetanan, semua tema yang dibahas memang lebih suka mencari perbedaan dibanding kebersamaan. Namanya saja orang pintar gitu lhoo!!!

Ketika mensikapi suatu peristiwa di media massa yang terjadi di negara tetangga wetanan maka akan terjadi dua pendapat yang berlawanan pula.

Mensikapi pembubaran pengajian yang ada di negara tetangga saja di  negara kulonan juga terjadi pendapat yang tajam. Satu kelompok setuju dan mensuport pembubaran yang satunya menyesalkan pembubaran.

Bagi group diskusi orang pintar di group negara wetanan ini tidak ada alasan untuk saling mengalah, yang ada adalah saling ngotot untuk menang dan kemenangan ini pun tidak ada jurinya, hanya berdasarkan penilaian dirinya sendiri, inilah hebatnya sehingga permasalahan yang dibahas juga berputar-putar seperti susur.

Setiap muslim adalah bersaudara, tetapi bagi group diskusi orang pintar ini tidak berlaku, siapa yang dianggap diluar kelompoknya ya ada saja dicari celah kesalahannya, seperti ada yang jadi tukang menilai kebenaran dengan indikator yang dibuat-buat sendiri.

Hehehhhehe Mak Lampirpun tertawa melihat kejadian di group diskusi orang pintar di negara wetanan ini. Kata Mak Lampir “teruskan eker-ekeran” sampai lali sing mbiji ibadahmu iku Alloh SWT bukan manusia yang kamu senangkan saat ini di dunia. Wassalam

Jombang, 12 Mei 2017

IPOEL SIMATUPANG

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Fri May 12 , 2017
LiraNews.Com