Gub LSM LIRA Riau Apresiasi Kejati Tetapkan Mursini Mantan Bupati Kuansing Tersangka Dugaan Korupsi Rp. 5,8 M 

Gravatar Image
  • Whatsapp

Pekanbaru, LiraNews – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menetapkan mantan Bupati Kuansing, Mursini, sebagai tersangka terkait dugaan korupsi 6 kegiatan di Sekretariat Daerah Kabupaten Kuansing, Kamis (22/07/21).

“Mursini ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan fakta yang terungkap di Persidangan,” demikian disampaikan Asintel Kejati Riau Budi Raharjo Krisnanto kepada LiraNews, Kamis (22/7/21).

Read More
banner 300250

Budi Raharjo juga menguraikan bahwa pengembangan dari para terdakwa yang telah di eksekusi.

Dalam putusan yang dibacakan Hakim Ketua Faisal, SH., MH di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Muharlius dan kawan-kawan terbukti melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nokor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 KUHP.

Kelima terdakwa Muharlius, M. Saleh, Verdy Ananta, Hetty Herlina, dan Yuhendrizal di jatuhi hukuman berbeda.

Dari putusan hakim, Mantan Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi H. Muharlius, SE, MM di Jatuhi hukuman 6 tahun kurungan penjara serta denda Rp.300 Juta dengan subsider 3 bulan oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi.

Muharlius mantan Plt Sekda Kuansing selaku Pengguna Anggaran (PA) di jatuhi hukuman lebih ringan dari tuntutan sebelumnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dituntut 8 tahun dan 6 bulan penjara serta denda Rp 500 Juta dengan subsider 6 bulan.

Sementara 4 orang rekannya Kabag Umum Setdakab Kuansing M Saleh merangkap sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), di vonis 7 tahun kurungan serta denda Rp. 300 Juta dengan subsider 3 bulan penjara. Kemudian, M.Saleh harus membayar uang pengganti sebesar Rp.5,8 milyar subsider 4 tahun penjara.

Bendahara Pengeluaran Rutin, Verdy Ananta di vonis 6 tahun kurungan penjara, serta denda Rp. 300 Juta dengan subsider 3 bulan penjara.

Serta mantan Kasubbag Kepegawaian Setdakab Kuansing dan selaku Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK), Hetty Herlina divonis 4 tahun penjara serta denda Rp. 200 Juta dengan subsider 2 bulan penjara.

Dugaan korupsi terjeratnya mantan Bupati Kuansing tersebut terdiri dari, pada enam (6) kegiatan di Setda Kabupaten Kuansing yang bersumber dari APBD 2017 sebesar Rp13.300.650.000, Enam (6) kegiatan itu meliputi, kegiatan dialog/audiensi dengan tokoh-tokoh masyarakat pimpinan/ anggota organisasi sosial dan masyarakat dengan anggarannya sebesar Rp.7.270.000.000.

Serta kegiatan penerimaan kunjungan kerja pejabat negara/ departemen/ lembaga pemerintah non departemen/ luar negeri Rp1,2 miliar. Lalu kegiatan rapat koordinasi unsur Muspida dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) murni sebesar Rp.1.185.600.000, kegiatan Rapat Koordinasi Pejabat Pemerintah Daerah dengan anggaran sebesar Rp960 juta.

Kemudian, kegiatan kunjungan kerja/inpeksi kepala daerah/ wakil kepala daerah dalam sebesar Rp725 juta dan kegiatan penyediaan makanan dan minum sebesar Rp1.960.050.000.

Namun dalam pelaksanaannya, penggunaan anggaran kegiatan tersebut tak sesuai peruntukannya. Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ada temuan Rp10,4 miliar yang diselewengkan.

Ditempat terpisah Dewan Pimpinan Wilayah “Lumbung Informasi Rakyat (LIRA)” Provinsi Riau, melalui Gubernur LSM-LIRA Riau Harmen Fadly, SE yang akrab dipanggil Boma mengapresiasi kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati).

Terlebih hari ini tanggal 22 Juli merupakan Ulang Tahun (HUT Adhyaksa KE 61), mungkin ini kado terindah buat Masyarakat Riau serta semoga Kejati Riau tetap lebih konsisten dalam penanganan pemberantasan korupsi di Provinsi Riau.

Boma menegaskan, LSM-LIRA terus bersuara dalam perihal pemberantasan korupsi di Bumi Lancang Kuning, karena LSM-LIRA merupakan  LSM Penggiat Anti Korupsi, Lembaga Survey, Sosial, Budaya serta Bela Negara dan satu satunya LSM di Indonesia yang mendapatkan Rekor Muri karena ada di 34 Provinsi serta 476 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Sebelumnya, aktivis Penggiat Anti Korupsi yang telah melaporkan kasus korupsi Lampu Jalan di Pekanbaru pada tahun 2017 yang menetapkan tersangka Kabid pertamanan kota Pekanbaru. LN-Zerry

Related posts