Gubernur LSM LIRA Riau Kobarkan Energi Baru Usai Rapimnas dan HUT ke-19 LSM LIRA

Gubernur LSM LIRA Riau, Boma Harmen, saat menyampaikan pandangan umum di Rapimnas dan HUT ke-19 LSM LIRA, Sidoarjo.

Sidoarjo, LiraNews.com – Pandangan Umum atau laporan masing-masing Provinsi di acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan HUT ke-19 LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) telah disampaikan oleh para Gubernur serta Wali Kota LSM LIRA seluruh Indonesia. Termasuk Gubernur LSM LIRA Provinsi Riau, Rabu (26/6/2024).

Usai pelaksanaan Rapimnas, Gubernur LSM LIRA Provinsi Riau, Boma Harmen memaparkan kembali sejumlah isu mutakhir yang disampaikan saat pandangan umum, sebagaimana juga telah diberitakan beberapa hari lalu sebelum pelaksanaan Rapimnas.

Read More
banner 300250

“Diantara yang kami sampaikan, terkait kasus yang mangkrak atau yang lamban penanganannya, bahkan sampai yang sudah di-SP3-kan. Dan selain itu juga adanya dugaan keterlibatan Aparat Penegak Hukum (APH), serta penetapan tersangka yang bukan otak intelektualnya,” tambah Boma.

“Antara lain kasus yang kami sampaikan yaitu Kasus Payung Elektrik Mesjid Agung An-Nur, kasus pembangunan Mesjid Raya Provinsi Riau, kasus 3 pilar di Kabupaten Kuansing (pembangunan Hotel, Universitas dan Pasar Tradisional Kuansing), kasus WTC (Water Front City) di Kampar, dan beberapa kasus lainnya,” tambah Boma lagi.

Boma yang juga Ketua Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Riau menyampaikan kepastian mendukung pelaksanaan 13 rekomendasi dari Rampinas.

13 Rekomendasinya: bahwa LSM LIRA Indonesia memiliki komitmen guna mengawal janji politik dan komitmen Presiden-Wakil Presiden terpilih, periode 2024-2029, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotime (KKN) untuk Indonesia Maju

Selain itu juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan upaya pencegahan dalam pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) guna memerangi budaya korupsi serta menekan tindak pidana korupsi, bekerjasama secara harmonis dengan Kepolisian, Kejaksaan, institusi pemerintah lain, serta NGO (Non Governance Organization)/Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media massa.

LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Indonesia meminta kepada pemerintah agar menyiapkan generasi muda anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) melalui sosialisasi pencegahan KKN disemua aspek, pendidikan, pelatihan, organisasi mahasiswa dan kepemudaan, serta para jurnalis guna mempersiapkan Generasi Emas 2045.

Serta LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Indonesia ikut berperan aktif menyukseskan Pilkada 2024 dengan mendukung figur-figur muda serta memiliki komitmen pemberantasan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) untuk kemajuan pembangunan lokal dan nasional untuk keadilan, kemajuan dan kemakmuran rakyat.

“Jadi, dengan ini kami LSM LIRA Provinsi Riau siap menggiring serta mengawal jalannya kasus-kasus yang mangkrak atau lamban penanganannya, kasus yang di-SP3-kan, dugaan keterlibatan APH serta penetapan tersangka yang bukan otak intelektualnya,” jelas Boma.

“Kami juga minta berharap para pengambil kebijakan untuk tidak bermain-main dan mencari keuntungan pribadi dari setiap pembangunan yang menggunakan anggaran APBD ataupun APBN. Begitu juga para APH tidak boleh tutup mata atas pelanggaran hukum yang terjadi dan juga tidak tebang pilih,” pungkas Boma.

Sumber : Humas PWMOI Provinsi Riau

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *