Gubsu Edy Akan Temui Bupati Simalungun, Pertanyakan Sk 992 Guru Dicabut Fungsionalnya

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

LiraNews, Simalungun — Terkait dikeluarkannya surat keputusan (SK) dari Bupati Simalungun mengenai adanya 992 guru dicabut dari jabatan fungsionalnya karena belum memiliki ijazah S1, Gubernut Sumatera Utara,  Edy Rahmayadi akan berjanji akan mempertanyakan langsung kepada Bupati Simalungun,  JR Saragih.

Bupati Simalungun JR Saragih,  mengeluarkan surat SK Nomor 188.45/5929/25.3/2019, tentang pemberhetian sementara dalam jabatan fungsional Guru yang belum memiliki S1 dilingkungan Pemkab Simalungun.

Dalam surat itu,  Bupati JR Saragih memberhentikan sementara 992 Guru yang masih miliki gelar DII dan SPG ( sekolah pendidikan guru) dan selain mmemberhentikan sementara,  memberhentikan sementara tunjangan jabatan fungsional dan SK Jabatan fungsional.

Anehnya SK yg dikeluarkan Bupati JR Saragih mengharuskan 992 PNS Guru untuk melanjutkan SI di Universitas Efarina ( unefa)  kecamatan Pematangraya, Kabupaten Simalungun yang diketahui, Universitas itu merupakan milik JR Bupati Simalungun.

Sumber yg enggan namanya menjelaskan, guru diminta melanjutkan kuliah di Efarina harus kuliah dizonasi masing masing. “Enggak boleh keluar dari situ,” ujarnya.

Dan sebagian lulusan Pelita Bangsa, tidak diakui karena diluat zonasi. Sebagian lagi para guru bersikap masa bodoh. “Ngapain pula saya kuliah sudah mau pensiun dan banyak bersikap memilih pensiun,” katanya.

Gidion sebagai Sekda mengatakan SK itu dalam rangka tugas belajar, sehingga tugas belajar harus menaati peraturan. LN-HS

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Thu Jul 4 , 2019
LiraNews.Com