Guru Besar Ipb: Keikhlasan Merupakan Kunci Semua Ibadah Diterima Allah

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

LiraNews, Jakarta – Keikhlasan seseorang akan terlatih di Bulan Ramadhan. Hal ini terlihat bagaimana seorang hamba mempertahankan puasanya. Karena keikhlasan merupakan kunci semua ibadah akan diterima oleh Allah.

“Puasa itu salah satu metode melatih keikhlasan seseorang dan ibadah yang paling utama yang diterima Allah SWT keikhlasan. Jika shalat dan zakat bisa diketahui orang lain, puasa yang mengetahui hanya Allah dan diri kita,” ujar Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS.

Ikhlas itu, kata Rokhmin, syarat pertama keimanan kita kepada Allah. Karena orang yang beramal itu, pikiran dan perbuat harus dilandasi kepada Allah.  Jika ada orang yang tidak ikhlas, bisa diduga pelatihannya belum intens, belum kontinyu.

Karena dalam Islam selain shalat wajib, ada sunah yang mesti dilakukan. Seperti shalat tahajud dikeheningan tiga per malam, memudahkan turunnya  hidayah.  Harkat kehidupan juga bisa lebih mendalam.

“Ikhlas artinya kita berbuat dan melakukan apapun hanya dengan niat untuk meraih ridha Allah, bukan untuk apapun dan bukan untuk siapapun.  Jika niatnya bukan karena Allah, misal ingih jabatan, kekayaan atau popular jika tidak tercapai kita akan berputus asa,” kata Ketua Dewan Pakar DPP Ikhwanul Muballighin.

Dalam mencapai keikhlasan, lanjutnya, perbuatan dan melakukan apapun hanya dengan niat untuk meraih ridha Allah. Ikhlas adalah kunci diterimanya ibadah dan bentuk-bentuk amal kebajikan. Meski besar nilanya di mata manusia, amal tersebut tidak ada artinya di mata Allah bila tidak dibarengi dengan keikhlasan.

“Namun. Sekecil apa pun kebajikan itu di mata manusia, bila dibarengi dengan niat ikhlas, ia sangat besar nilainya di hadapan Allah,” terang Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong itu.

Ternyata, menurutnya,  banyak amal kebajikan bahkan hingga menguras harta, berpeluh keringat dan darah, tapi kemudian sia-sia dan tak berbekas, bahkan direspons dengan siksa neraka oleh karena tidak disertai dengan ikhlas.

“Karenanya, mari kita tempatkan kebajikan kita dalam ruang suci bernama ikhlas. Jangan takut bila perbuatan kita tidak diketahui atau tidak dipuji orang. Karena pujian orang banyak tidak ada artinya bila Allah menolaknya. Tapi, takutlah bila perbuatan kita ditolak Allah karena tidak ikhlas,” pungkas duta besar kehormatan Kota Busan Korea Selatan itu. **

 

 

 

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Sat May 25 , 2019
LiraNews.Com