Habib Rizieq: Politik Yang Diwarnai Islam Akan Jadi Politik Yang Bersih

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab mengatakan, bahwa tugas ulama adalah membersihkan politik yang kotor. Politik harus dibersihkan dari mereka-mereka yang suka mengorupsi dalil untuk menyesatkan umat Islam.

“Politik yang diwarnai Islam akan jadi politik yang bersih,” ujar Habib Rizieq dalam ceramahnya pada acara Tabligh Akbar Politik Islam (TAPI) ke-8 di Komplek Pesantren Husnayain, Pasar Rebo, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Habib Rizieq mencontohkan politik yang kotor adalah mereka yang mempolitisasi agama dengan mendukung pemimpin kafir. Sebab mereka membolak-balik agama, mengutip Alquran dan hadits untuk tujuan politiknya

“Kalau ada yang mengatakan agama dan politik harus dipisah, itu menjalankan politik Komunis, atheis, politik yang tidak mau bersentuhan dengan agama,” tandas Habib.

Terkait dengan akhlak masyarakat, jelas Habib Rizieq, justru dengan penerapan syariat Islam akhlak masyarakat akan berproses menjadi lebih baik.

Para sahabat nabi mendapat gelar umat terbaik juga dengan proses, tidak ujug-ujug. Sehingga tidak tepat jika harus menunggu semua umat Islam berakhlakul karimah, baru perjuangan syariat Islam dilakukan.

Selanjutnya Habib Rizieq menerangkan, ada tiga propaganda tentang Islam dan politik yang dihembuskan kaum liberal kepada umat Islam.

Propaganda ini dibungkus dengan bahasa yang santun, seolah arif dan bijaksana tetapi sejatinya bermaksud sadis.

“Seolah-olah mereka cinta Islam dan negara tetapi tujuannya untuk membunuh pemikiran Islam yang benar,” katanya.

Ketiga proganda tersebut, terangnya, merupakan jebakan dan tipuan pemikiran. Karenanya harus dilakukan counter, untuk membuka keboborokan ketiga propaganda itu. Ungkapan bahwa agama Islam suci, bersih adalah betul. Ungkapan bahwa ulama harus dijaga juga betul.

Tetapi ungkapan bahwa politik itu najis dan kotor, tidaklah betul. Sebab bersih tidaknya politik tergantung siapa yang memainkannya dan berdiri di atas dasar iman dan takwa atau tidak.

Menurut Habib, jika politik atas dasar iman dan takwa, ridha Allah, atas dasar syariat maka akan jadi politik yang baik dan bersih, disebut as-siyasah as syar’iyah, politik syariat.

“Tetapi jika atas dasar hawa nafsu dan dijauhkan dari ajaran agamaakan jadi politik yang busuk. Ini yang tidak boleh dimasuki ulama,” tegas Ketua Dewan Pembina GNPF-MUI ini.

Sebelumnya Habib Rizieq mengungkapkan, propaganda pertama, adalah ungkapan bahwa Islam adalah agama yang suci, mulia, dan bersih. Sedangkan politik itu penuh intrik dan kotor. Karena itu umat Islam harus menjaga agar Islam tetap bersih dan suci dengan tidak masuk ke dalam dunia politik yang seperti kubangan kotor, busuk dan jahat.

Propaganda kedua, ungkapan yang menyatakan, ulama itu harus dicintai sebab mereka adalah manusia yang derajatnya tinggi dan mulia di hadapan Allah. Sementara politik adalah jahat, busuk dan tempat sampah. Karena itu ulama tidak boleh masuk ke tempat sampah yang penuh kotoran dan busuk itu.

“Ini namanya propaganda, tipuan pemikiran, ini sangat berbahaya,” ungkap Habib.

Propaganda liberal ketiga, lanjut Habib Rizieq, kaum liberal memuji syariat Islam. Bahwa syariat Islam wajib diterapkan, hukum Islam itu indah, karena pada masa Nabi dan sahabat dahulu mereka adalah umat terbaik.

Sementara saat ini, umat Islam tidak menjadi umat terbaik sehingga terlalu berat jika harus menerapkan syariat Islam. Saat ini, kata kaum liberal, yang harus dilakukan adalah memperbaiki akhlak sehingga mereka bisa seperti akhlaknya para sahabat. Setelah itu baru memperjuangkan syariat Islam.

“Ini kalimat hak yang tujuannya batil, menjauhkan umat dari perjuangan
menegakkan syarat Islam,” pungkasnya. LN-MHS

banner 300x250

Related posts

banner 468x60