Habib Rizieq: Tni Dan Polri Agar Tidak Kurang Ajar Kepada Ulama

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNews.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab mengingatkan, bahwa TNI dan Polri untuk tidak kurang ajar kepada ualam dan tidak gampang mengkriminalisasi jika tidak ingin kualat.

“Tentara dan polisi harus bersama para ulama, bersama kiai, bersama habaib menjaga NKRI, menjaga Pancasila, dan hancurkan siapa saja yang ingin hancurkan bangsa Indonesia,” ujar Habib Rizieq saat ceramah di Masjid Agung Sunan Ampel, Surabaya, Selasa malam (11/4/2017).

“Kalau ulama dibilang anti-NKRI, kurang ajar tidak, dibilang anti-Pancasila, kurang ajar tidak, dibilang anti-Bhinneka Tunggal Ika, kurang ajar tidak. Sengaja saya sampaikan ini, saya tidak terima ulama dimarjinalkan, kiai dimarjinalkan. Sakit hati ini,” tambah Habib Rizieq.

Dengan tegas Habib Rizieq mengatakan, bahwa perjuangan ulama dilakukan sebelum lahirnya TNI dan Polri. Bahkan dalam sejarah TNI dibentuk oleh seorang Ustadz, dimana dulu tidak ada tentara, tidak ada polisi. Yang ada laskar Hisbullah, laskar-laskar Islam.

NU punya laskar Banser dan Ansor, Muhammadiyah punya laskar, dan bergabung jadi laskar Hisbullah. Kemudian digabung menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat), lalu berubah TRI (Tentara Rakyat Indonesia) lalu sekarang menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia).

“Siapa yang bangun. Yang bangun seorang ustadz di ibtidaiyah dari Yogyakarta, siapa dia, beliau adalah Sudirman. Ternyata Jenderal Sudirman seorang ustadz. Seorang ustadz saja bisa bikin TNI, apalagi kiainya,” terang Habib Rizieq.

Terkait kriminalisasi sejumlah ulama yang sudah melampaui batas, Habib Rizieq mengingatkan, bahwa telah melupakan perjuangan para ulama saat zaman penjajahan hingga merdeka.

Semestinya ulama itu dirangkul, bukan dipukul. Ulama itu mesti dipeluk, bukan digebuk. Ulama itu mesti disayang, bukan ditendang.

“Jika Umaroh menghargai kiai menghargai agama Islam, negara ini akan aman. Energi yagn begini besar gunakan untuk membangun bangsa dan negara,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, kebangkitan umat Islam jangan dicurigai sebagai ancaman dengan tuduhan makar. Menurutnya, jika umaroh mau selamat rangkul ulama, peluk ulama, pakai fatwa ulama.

“Jangan MUI sudah mengeluarkan fatwa, dipakai saja tidak. Malah MUI dibilang intoleran, ngawur tidak?” tegasnya.

Sejak zaman kerajaan hingga bangsa Indonesia merdeka, jelasnya, perjuangan besar ulama dan kiai berjasa besar. Jauh sebelum penjajah datang, jauh sebelum Indonesia lahir, jauh sebelum Pancasila ada.

“Bahkan jauh sebelum NKRI dikenal orang, jauh Bhinneka dikenal orang, ulama datang ke Indonesia sebarkan Islam. Bagaimana kerajaan-kerajaan berubah menjadi kerajaan Islam,” terangnya. LN-IRN

banner 300x250

Related posts

banner 468x60