Habib Rizieq: Ulama Ajak  Umat Islam Pilih Gubernur Muslim Dituding Anti Pancasila

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab mempertanyakan tentang berbagai keanehan di negeri ini. Hal terkait ajakan ulama agar umat Islam pilih Gubernur Muslim dituding intoleran dan anti Pancasila.

“Sedang pendeta di gereja menyerukan umat Nasrani pilih Gubernur Nasrani tidak dipermasalahkan,” ujar Habib Rizieq dalam keterangannya, Minggu (16/4/2017).

Selain itu, lanjutnya, Jawara Betawi Haji Abu Bakar Sadeli dicaci dan ditangkap aparat dengan tuduhan penebar kebencian lantaran mengucapkan sumpah dan janji untuk pilih Gubernur Muslim.

“Sedangkan preman di Pulau Kelapa mencaci maki Kiai yang sedang tabligh akbar dengan sebutan anjing dan babi serta kata sialan dihadapan aparat, tapi tetap aman,” kata Habib Rizieq.

Tak hanya itu, Habib Rizieq mengungkapkan, pendukung Anies yang membagi-bagi kaos langsung ditangkap aparat. Sedangkan pendukung Ahok membagi-bagi duit dan makanan serta lainnya justru dikawal aparat.

Habib Rizieq juga merasa kecewa terhadap aparat yang menangkap Ustadz Muhammad al Khaththath.

“Kyai gelar Aksi 313 dituduh makar dan ditangkap. Sedang Iwan Bopeng teror TPS dan ancam potong TNI, sampai kini tidak ada tindakan,” ucapnya.

Bahkan, tambahnya, tokoh Nasionalis usulkan kembali kepada UUD 1945 yang Asli melalui DPR/MPR dituduh makar dan ditangkap. Sedang NRFPB (Negara Federal Republik Papua Barat) terang-terangan berontak tuntut merdeka dari NKRI, justru dibiarkan.

“Dimana Keadilan,” pungkas Dewan Pembina GNPF MUI ini. LN-AZA

 

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Sun Apr 16 , 2017
LiraNews.Com