Habib Syakur: Gugatan Kubu 01 ke MK Didasari Logika Emosional

Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid

Jakarta, LiraNews.com – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid mengaku miris melihat adanya gugatan hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang dilayangkan oleh kubu 01 (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar/AMIN).

Menurut Habib Syakur, argumentasi dan narasi-narasi yang dibangun dalam gugatan ke MK itu tidak lagi mencerminkan demokrasi Pancasila khas Indonesia, melainkan logika emosi yang mengancam keutuhan bangsa.

Read More
banner 300250

“Saya menilai kubu 01 (AMIN) menggugat ke MK itu bukan berdasarkan logika demokrasi, tapi emosi. Patut diduga bahwa kepentingan emosional yang dipertontonkan itu malah mencederai demokrasi Pancasila,” ujar Habib Syakur kepada awak media, Jumat (29/3/2024).

Habib Syakur mengaku khawatir cara-cara yang dipakai kubu Anies-Muhaimin menjurus pada menghalalkan segala cara, salah satunya dengan menyudutkan menteri-menteri yang dituduh mendukung Paslon 02 (Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka) secara tidak sah.

“Padahal menteri-menterinya pak Jokowi seperti pak Bahlil Lahadalia (Menteri Investasi Kepala BKPM, red) memberikan dukung ke 02 setelah cuti dan tidak menggunakan fasilitas negara,” tandasnya.

Menurut Habib Syakur, seorang Bahlil tak akan sembarangan bertindak, dan pasti memikirkan bangsa dan keutuhan negara. Para menteri kabinet Jokowi tidak bakal menyalahgunakan kewenangan sebagai menteri lalu membantu 02. Hal semacam itu tidak ada.

“Artinya jurus-jurus dan analisa yang diperlihatkan kubi ANIN dalam gugatan ini analisanya tak berdasarkan demokrasi Pancasila. Kenapa harus saling menjatuhkan sesama anak bangsa? Ini kan tidak bagus. Gitu loh,” ungkap Habib Syakur.

Ulama asal Malang Raya ini merasa miris, karena tindakan-tindakan menggugat ke MK yang ditunjukkan Kubu AMIN terlihat sarat dengan luapan emosi, bukan logika demokrasi. Mempermainkan psikologi demokrasi seolah-olah. Padahal rakyat sekarang tak mudah terprovokasi oleh cara-cara semacam itu,” jelasnya.

Habib Syakir pun menduga, cara-cara yang dipertontonkan kubu AMIN dalam melawan hasil Pilpres itu patut diduga telah disusupi oleh kelompok intoleran, khilafah dan HTI yang ingin memecah belah anak bangsa.

“Saya menduga, kubu 01 dalam menggugat ke MK itu ada campur tangan dari kelompok yang menyusup, yakni HTI dan Khilafah. Sehingga memotivasi secara spiritual, dan akhirnya akan mempertontonkan seakan akan demokrasi di Indonesia ini buruk,” tukas Habib Syakur.

Sebagai saran, Habib Syakur meminta agar semua pihak saat ini bertindak dengan mengedepankanankan keluhuran bangsa, dan tak harus saling menjatuhkan.

“Tolong hintikan cara-cara saling menjatuhkan. Pakailah logika demokrasi yang menyentuh ketatanegaraan kita. Politik luar negeri kita bebas aktif. Bebas berbicara dan aktif mempertontonkan keluhuran etika bangsa. Semestinya tim 01 menghormati hasil Pemilu, jangan minta dihormati sambil menyudutkan yang lain. Ini yang salah,” tegasnya.

“Cara-cara saling menjatuhkan ini yang begini patut diduga tersusupi paham paham radikalisme HTI yang memusuhi Pancasila. Ya siapa lagi kalau bukan paham khilafah dan HTI yang menyusupi,” tuntas Habib Syakur.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *