Hadiah Hari Kemerdekaan RI ke 76, Jihan: Keadilan Hukum Masih Ada Harapan

Jakarta, LiraNews –┬áMakna terdalam dari peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-76 tahun yaitu terletak pada orientasi semangat pantang menyerah dalam menegakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,khususnya aspek hukum yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semangat yang menjiwai didalam tatanan sikap dan berperilaku warga masyarakat, cerminan dari peradaban bangsa yang luhur.

Read More
banner 300250

Orientasi visioner tersebut itulah yang menjadi dasar prinsip Hj. Jihan Azka Savitrie, SH, MH dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai pelaksana profesi advokat.

Seperti apa yang seringkali disampaikan oleh Jihan dalam tiap statementnya, bahwa advokat adalah profesi mulia (Officium Nobile).

Peringatan dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 menjadi lebih bermakna, tutur Jihan, lantaran perkara yang ditanganinya mendapatkan kemenangan berdasar putusan majelis hakim Nomor 527/Pdt.G/2021/PA.Sr pengadilan agama Sragen – Jawa Tengah.

Menangani perkara gugatan harta Gono gini yang cukup melelahkan dan rumit ,ditambah harus bolak balik Jakarta – Solo – Sragen untuk membela hak hukum clien/tergugat didalam pengadilan dan diluar pengadilan.

Namun lelah itu tergantikan menjadi sebuah keberkahan dengan mendapatkan hadiah kemenangan dihari kemerdekaan (Blessing from the God).

Selaku praktisi hukum (Advokat) Hj.Jihan Azka Savitrie, SH, MH juga menyampaikan pandangan sekaligus menutup pernyataannya,bahwa masih ada secercah harapan bagi warga masyarakat yang mencari keadilan hukum melalui jalur konstitusional.

“Masih ada para hakim dipengadilan yang memutuskan perkara secara objektif dan adil,” ujarnya.

Meskipun realitasnya dan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa banyak oknum penegak hukum yang menyalah gunakan kewenangannya dengan merangkap menjadi mafia hukum (Abuse of Power). “Sehingga berimplikasi merusak tatanan peraturan hukum dan proses penegakan hukum itu sendiri,” pungkasnya.

Related posts