Halal Bi Halal Mui, Semua Pihak Bersatu Saling Memaafkan

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

LiraNews, Jakarta —  Halal Bi Halal menjadi salah satu ajang untuk menjalin silaturrahmi, saling memaafkan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, bulan suci Ramadhan.

Majelis Ulama Indonesia baru-baru ini selenggàrakan acara Halal Bi Halal. Acara serupa juga di lakukan oleh instansi pemerintah maupun swasta lainnya disaat awal masuk kerja.

Acara Halal Bi Halal dengan tema “Dengan Silaturrahim Kita Tingkatkan Ukhuwa Islmiah dan Ukhuwah Wathaniyah” itu berlangsung di Gedung MUI, Jalan Proklamasi Jakarta Pusat, dihadiri Ketua Umum MUI Prof. DR. KH. Maruf Amin, Ketua MUI Jawa Timur, Pengurus MUI dan karyawan.

“Pada Halal Bi Halal ini semua pihak, pengurus MUI kembali bersatu. MUI menyatukan persaudaaran kita. Jangan saling mencurigai. Kita saling memaafkan,” ujar Maruf dalam  sambutannya.

Terkait dengan gelaran Pilres, Amin mengàtakan, sudah selesai. Makanya, sebagai Ketua Umum, dia mengajak semua pihak kembali merajut silaturrahmi karena MUI itu berfungsi untuk menyatukan ummat.

“MUI itu bersatu karena sudah punya pedoman. Kita itu didalam perbedaan harus menggunakan sikap toleran. Tidak boleh ego, kecuali dalam soal-soal yang menyimpang dan disepakati,” ujar Amin.

MUI margaiya yakni kembali  kepada landasan dasar, punya pedoman. Margaiyah, Muiyyah ini adalah rel. Tidak boleh MUI  keluar  dari rel. Makanya, kata dia, MUI menegaskan agar tidak ada dua rel.

MUI itu melayani ummat, menjaga ummat dan mitra pemeritah. Siapa pun dan sepanjang itu pemerintahan yang sah, maka itu menjadi mitra MUI. Mekanismenya, MUI tidak ikut tapi ketidakikutan pada pemeritahan sah, maka itu adalah mitra MUI.

MUI kembali ketugas masing-masing. Karena tugas MUI kedepan itu berat, tidak ringan. Melaksanakan tugas keummatan dan berfungsi sebagai mitra pemerintah yang sah.

“MUI adalah lembaga yang paling dipercaya oleh publik. Dengan niat yang baik mari kita saling memaafkan. Kita bersatu saling menguatkan,” pungkas Amin.

Sementara itu Sekertaris Dewan Pertimbangan MUI KH. Noor Ahmad, mengatakan, sebenarnya Halal Bi Halal itu yang jago adalah ulama. Artinya, para ulama itu tiap hari Halal Bi Halal, seperti yang terdapat pada Surah Al Imron: 134 yang dibacakan oleh Qori pada pembukaan acara.

Kata dia, sebenarnya, ulama itu jagonya atau memiliki peran utama dalam berinfaq. Ulama itu jagonya memberikan maaf dan jago menahan amarah.

MUI itu suara maaf-memaafkan dan suara untuk meredam kemarahan. Juga suara untuk memberikan yang terbaik bagi umat.

Suara itu akan didengar terus-menerus karena memang MUI bersentuhan dengan ayat-ayat tersebut (Al Imron :134) dan menjadi pertimbangan semua pihak.

“Kami atas nama Dewan Pertimbangan MUI, berharap mudah-mudahan kita menjadi pemersatu bangsa. Mengayomi kepentingan ummat dan bangsa,” ujar Noor Ahmad. LN-AZA

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Thu Jun 20 , 2019
LiraNews.Com