Hari Ini Disidang Dkpp, Ketua Kpu Menjawab Tudingan Relawan Cinhok

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Hari ini, Kamis (30/3/2017), Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Soemarno akan disidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di gedung MPR. Sormarno diadukan kelompok Cinhok alias Relawan Cinta Ahok atas tiga hal.

“Yaitu pertama, karena saya pasang profil 212. Kedua karena pertemuan saya dengan Pak Anies Baswedan di TPS 29 Kalibata, padahal itu pertemuan tidak sengaja dan hanya sebentar, dan ketiga soal pertemuan di Hotel Borobudur pada acara penetapan pasangan calon untuk putaran kedua yang ahok Walk Out itu,” ujar Soemarno.

Padahal, kata Soemarno, undangan acara di Hotel Borobudur itu adalah Pukul 19.30 WIB. Saya sudah datang sejak sebelumnya. Yang ada di ruangan VIP, yang memang dipersiapkan untuk kedua pasangan calon cuma ada Anies-Sandi, Ahok-Djarot tidak ada.

“Begitu Ahok datang dan saya mau menyambut, Ahok langsung marah-marah. Ternyata tim ahok menyewa ruang tersendiri di lantai 2, lengkap dengan spanduk-spanduknya. Ahok mengatakan KPU tidak profesional dan acara molor, kami sampaikan ke pak Ahok bahwa acara kami ini sampai molor justru karena menunggu kedatangan beliau,” katanya.

Soemarno melanjutnya, dirinya juga diadukan soal cuti Ahok, karena pasangan calon nomor dua tidak ingin cuti menjelang Putaran Kedua ini. Padahal kalau tidak cuti tentu tidak adil karena pasangan petahana tentu diuntungkan sedangkan pasangan calon satunya tidak bisa kemana-mana.

Selain itu, dia juga diadukan soal pertemuan saya dengan tim Ahok saat saya memenuhi undangan resmi tim pendukung Ahoax-Djarot, yang di media-media dikatakan sebagai pertemuan rahasia itu. Kali ini yang melapotkan saya adalah ACTA (Advokat Cinta Tanah Air).

“Padahal itu pertemuan biasa dan disaksikan oleh banyak wartawan. Dan saya pun saat itu sama sekali tidak bertemu dengan pak Ahok,” terangnya.

Namun, dia menegaskan, “Saya siap menjawab tudingan-tudingan itu dalam sidang DKPP hari kamis nanti. Jadi saya ini sudah lengkap dilaporkan oleh kedua kubu, yaitu pendukung Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.”

Mengenai indikasi kecurangan untuk Putaran Kedua ini, datang membludaknya orang-orang ke satu daerah yang akan mengadakan pemilihan umum sebetulnya sudah terjadi sejak dulu dalam pilkada-pilkada sebelumnya.

Namun kali ini jumlahnya besar sekali. Di TPS 89 Cengkareng Barat saja saat Putaran Pertama lalu ada 136 pemilih baru. Ini tidak lazim dan tidak wajar, tapi ini terjadi.

“Juga di daerah Kelapa Gading, terlihat antrian panjang para pemilih baru, bahkan mereka membawa Kartu Keluarga (KK), banyak pula KK yang saya lihat baru dibuat. Modus kecurangan di masa dulu adalah penggelembungan suara, tapi itu sepertinya sudah dianggap kuno karena mudah ketahuan. Kalau sekarang modusnya adalah dengan memobilisasi orang,” paparnya.

Bahkan, tambahnya, dikabarkan saat ini rata-rata 800 orang per hari yang mendaftar jadi warga DKI. KPU akan berusaha maksimal mencegah segala bentuk kecurangan, namun yang menerbitkan KTP sehingga orang tersebut memiliki hak untuk memilih bukanlah KPU, dan KPU tidak memiliki kewenangan untuk melarang selama dokumennya lengkap.

“Untuk mencegah kecurangan, kami juga telah menginstruksikan sisa surat surat harus disilang, jadi tidak bisa lagi digunakan. Dan hal ini memang sudah diatur dalam peraturan KPU. Jadi sekali lagi setelah tidak ada lagi pemilih di TPS mungkin sekitar jam satu, sisa surat suara harus disilang jadi tak bisa digunakan lagi,” tutup Soemarno. LN-JMP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60