Hinca Panjaitan Apresiasi Bareskrim Polri Tangkap dan Serahkan Buronan Djoko Tjandra ke Kejakgung

  • Whatsapp
banner 468x60

Pematang Siantar, LiraNews – Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan mengapresiasi Polri, khususnya jajaran Bareskrim Mabes Polri yang dipimpin Komjen Listyo Sigit Prabowo yang telah menangkap buronan kasus korupsi cessie Bank Bali Djoko S. Tjandra di Malaysia pada Kamis (30/7/2020).

“Apresiasi untuk kerja Polri, sekarang saatnya memulai membersihkan jejak basah yang ditinggalkan Djoko Tjandra, kata Hinca kepada LiraNews.com melalui sambungan telepon, Sabtu (1/8/2020).

Hinca menilai, dengan tertangkapnya Djoko Tjandra ini maka akan sangat mudah menelusuri bagaimana dirinya dapat dengan mudah melenggang keluar masuk Indonesia.

“Sangat mudah menelusuri apakah dan bagaimana bisa terjadi keluar masuk Indonesia dengan melenggang,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Hinca menjelaskan ada beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) yang dapat dijadikan pintu masuk penyidikan.

“Pasal 263, 221 KUHP, juga Pasal 12 dan pasal 5 UU Tipikor bisa jadi pintu masuk melakukan penyidikan,” terang mantan Plt Ketua Umum PSSI ini.

Lebih lanjut Hinca menyebut, dengan tertangkapnya Djoko Tjandra maka pengungkapan kasus ini akan semakin terang benderang, termasuk mengungkap siapa saja yang ikut membantu Djoko dalam pelariannya selama ini.

“Kehadiran Djoko Tjandra sangat membantu untuk rekonfirmasi dengan siapa dan siapa yang ikut membantu dan turut melakukannya,” tegasnya.

Bareskrim Mabes Polri sendiri telah menyerahkan Djoko Tjandra buronan kasus hak tagih (cessie) Bank Bali ke Kejakgung, Jumat (31/7/2020) malam.

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, meski telah diserahkan dan dieksekusi, Polri tetap melakukan penyelidikan dan penyidikan Djoko Tjandra terkait kasus penerbitan surat jalannya oleh polisi serta aliran dana.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejakgung Ali Mukartono mengatakan, setelah Djoko Tjandra diserahterimakan oleh Polri ke Kejaksaan, pihaknya langsung mengeksekusi Djoko ke lembaga pemasyarakatan.

Nasib RDP Gabungan Komisi III DPR RU

Sementara itu, ketika ditanyakan mengenai rencana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabungan antara Komisi III DPR RI dengan pihak kepolisian, kejaksaan, dan Kemenkumham terkait kasus Djoko Tjandra di masa reses ini, Hinca mengatakan, ada baiknya RDP Gabungan tersebut dilaksanakan setelah reses karena sebagian besar anggota Dewan sedang berada di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

“Karena semua masih di Dapil dalam masa reses, kita lanjutkan saat reses sudah selesai,” pungkas legislator asal Dapil Sumut 3 tersebut. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60