HUT NU ke-94, MWCI NU Riyadh Gelar Seminar tentang Gus Dur

  • Whatsapp
banner 468x60

Riyadh, LiraNews – Pengurus MWCI NU Riyadh, Arab Saudi menggelar seminar kebangsaan tentang pemikiran tokoh bangsa KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dengan tema “Gus Dur: guru, inspirasi dan pitutur untuk Pekerja Migran Indonesia lebih makmur”.

Seminar itu digelar sebagai Peringatan Hari Ulang Tahun Nahdlatul Ulama ke-94 dan memperingati Haul Gus Dur ke-10

Sekretaris MWCI NU Riyadh, Ahmad Abdul Wahab melaporkan, acara seminar berlangsung hangat dan dihadiri sekitar 200 nahdliyin para Ekspatriat Arab Saudi, khususnya yang ada di daerah Riyadh dan sekitarnya.

“Kegiatan ini merupakan upaya melanjutkan dan melestarikan dakwah aswaja an-nahdliyah,” ujar Ahmad Abdul selaku Pengurus MWCI NU Riyadh.

Adapun tokoh yang hadir dalam acara ini diantaranya dan bingkai acara ini di hadiri oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Drs. H. Agus Maftuh Abegabriel, M.Ag., dan seluruh Atase, Fungsi dan Staf KBRI Riyadh.

Sebagai pemateri dalam seminar tersebut adalah Bapak Drs. H. Agus Maftuh Abegabriel, M.Ag., Bapak DR. H. Sakdullah Effendy ( Atnaker ) dan Bapak H. Ahmad Ubaidillah, Ph.D. (Atdikbud).

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegabriel mengatakan, Gus Dur adalah seorang ensiklopedi yang di dalam dirinya terdapat segala sesuatu.

Ia juga telah berhasil menerbitkan pemikiran Gus Dur dalam sebuah buku yang berjudul Islamku, Islam Anda, Islam kita.

“Gus Dur itu satu-satunya di zamannya, tidak ada yang menyamainya pada saat itu, Gus Dur dengan bacaanya yang luas dan banyak menjadikan Beliau sebagai rujukan ilmu pengetahuan,” jelas Agus Maftuh Abegabriel.

Ia melanjutkan, bacaan Gus Dur tentang kitab turots ke–NU-an sudah selesai. Di saat para kiai sibuk dengan syarah kitab Fathul Mu’in, Gus Dur sudah sibuk dengan buku De Vinci Code dan lainnya.

Oleh karna itu, lanjutnya, Gus Dur seperti ensiklopedi berjalan. Dan buku yang kedua adalah Islam Kosmopolitan, yaitu Islam yang internasional yang menyatukan segala bangsa-bangsa di dunia.

Melanjutkan materinya, Bapak Dubes bercerita akan kebersamaannya dengan Gus Dur hingga menjelang wafatnya.

“Gus Dur adalah seorang pribadi yang didalamnya ada segala sesuatu,” tuntas Agus Maftuh Abegabriel.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60