Ingin Kembalikan Kepercayaan Masyarakat, Kades Ini Jadi Anggota DPRD

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jakarta, LiraNews – Rupanya untuk menjadi seorang anggota dewan itu ternyata tidak membutuhkan banyak biaya atau dana kampanye. Hal tersebut dibuktikan oleh Hadi Patenak dari Partai Nasdem yang pada Pileg 2018 lalu, berhasil meraih suara terbanyak dari seluruh partai, yakni 10.716, disusul Partai Demokrat 10.413 dan PKB 9.720.

Menurut Hadi, pada saat kampanye, ketika terjun kemasyarakat langsung, dilakukan adalah memberikan solusi, memecahkan permasaalahan dilingkungan. Seperti pengadaan kegiatan lomba-lomba di desa atau RTRW. Bidang pertanian dan keagamaan dan beberapa kegiatan lainnya.

“Cara yang saya lakukan cukup efektif. Ternyata masyarakat itu butuh solusi untuk memecahkan masaalah. Dalam Pilkada dimana pun, bahkan kelevel Pilpres sudah pasti mengeluarkan dana besar, “kata Hadi pada liranews.com di Kemendagri Jakarta baru-baru ini.

Kata dia, daerahnya, Jepara itu ada program-program yang sangat menarik. Apalagi dari pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat dan di desa pada dasarnya, terutama dibidang pertanian, insfrustrukturnya bagus dan banyak  difasilitasi.

“Tapi, untuk perawatan dan  mengembangkan itu tidak ditindak ditindaklanjuti. Jadi, begitu program itu masuk, ya sudah. Tidak dilanjutkan dengan penguatan- penguatan ketahanan dari Dinas Pertanian. Dinas Peternakan juga begitu,”katanya.

Contoh mengenai Program Keluarga Harapan (PKH) itu harusnya ditanggapi, ditindaklanjuti  bantuan dari pemerintah langsung. Saat memberikan bantuan itu harus dievaluasi, terutama masyarakat kurang mampu, sehingga 1 atau  2 tahun penerima bantuan menjadi mampu berdikari. Ini juga tujuannya untuk menekan kecemburuan sosial.

Program-program inilah yang mungkin akan dia bawa dalam pembahasan di Fraksi Nasdem.  Berusaha mengusulkan karena  Nasdem juga memiliki banyak pertimbangan berdasarkan usulan dari fraksi-fraksi.

Ada tiga hal program yang paling dia utamakan, yakni pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Program itu akan dilakukan dengan cara-cara yang tehnis, akan disesuaikan dengan pandangan Fraksi Nasdem.

“Harapan saya, masyarakat bisa menerima program-program saya. Masyarakat juga bisa bekerjasama dengan kami, sehingga kami secara pribadi dan Nasdem selalu mendukung dan mengawal  kepentingan-kepentingan masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.

Untuk diketahui, setelah Hadi dipastikan menjadi Caleg dari Partai Nasdem, dia pun mengundurkan diri dari Kepala Desa Dermolo Kecamatan Kembang dan akan bertarung di Dapil Jepara 3 (Kembang, Donorojo, Keling).

Banyak hal yang dia dapatkan saat menjabat Kepala Desa, terutama pendekatan dan silaturrahmi. Makanya dia ingin memperjuangkan wilayah desa mewakili masyarakat pedesaan. Selain itu, ingin merubah bagaimana masyarakat itu supaya benar-benar bisa diajak kerja sama dengan pemerintahan kabupaten.

Artinya, Hadi menggunakan cara-cara jitu, yakni, ingin mengenal masyarakat lebih dekat lagi apa yang dibutuhkan. Kebanyakan juga masyarakat berharap ada anggota dewan yang benar-benar memperjuangkan hak-hak mereka sesuai yang dijanjikan saat kampanye.

Hadi ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada anggota dewan, terutama di Kabupaten Jepara. Dia akan menerapkan sistem, bagaimana memberikan solusi, bagaimana memberikan manfaat kepada masyarakat, agar paham, bahwa yang namanya memperjuangkan   kepentingan masyarakat itu tidak mudah.

Contoh, ketika masyarakat  kekurangan air, maka bagaimana mencari solusinya. Masyarakat juga biasanya diberikan pengetahuan atau wawasan. Apalagi di Kabupaten Jepara, masyarakat sebagian besar petani yang membutuhkan pengairan dan penggunaan pupuk tersedia. Paling tidak Dinas Pertanian juga memfasilitasi, apa yang harus dibutuhkan petani.

Kata dia, desa-desa itu biasanya  kesulitan pupuk. Makanya bagaimana memberikan solusi-solusi agar petani tidak mengeluh. Bagaimana memberikan bantuan, seperti informasi, sehingga masyarakat itu paham tidak tergantung pada bantuan.

“Jadi mereka tidak bisa jemput bola dan kepentingan-kepentingan lain-lain. Itu sebab saya akrab dengan warga masyarakat. Dengan cara itu saya efisien mencari pendukung atau konstituen,” tuturnya.

Cara  yang dilakukan, Pertama, mengembangkan Waserbi dan Kedua, apa saja kepentingan-kepentingan masyarakat yang perlu dibantu, seperti kepentingan sosialisasi atau memberikan bantuan bantuan untuk mencari jalan keluar dalam hal bersosialisasi diwilayah itu.

Disisi lain, dia rutin silaturrahmi dengan pemuka agama. Tokoh-tokoh masyarakat, dimana problem-problem yang ada di desa diharapkan bisa memberikan solusi dengan dinas-dinas terkait di Kabupaten Jepara sebelum duduk DPRD.

“Yang jelas, saya membuktikan, ternyata memberikan solusi itu sangat bermanfaat, membawa saya menjadi wakil rakyat didaerah. Jadi, mendekati masyarakat tidak perlu dengan dana besar,” pungkasnya. LN-Abuzakir Ahmad.

Sun Nov 17 , 2019
Bogor, LiraNews – Untuk menjadi seorang penggiat di alam bebas, setiap calon anggota Elpala SMA 68 harus melalui tahapan pendidikan berupa teori dan praktek kepecintaalaman yang berlangsung sekitar 4 bulan lamanya. “Hari ini para calon anggota Elpala telah usai mengikuti latihan praktek lapangan navigasi di sekitar Puncak Jawa Barat selama […]