Internet di Papua Putus, DPR Papua: Pemerintah Kurang Sigap

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Akses internet di Papua, terutama di dua kota utama, yakni Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura serta beberapa daerah sekitarnya sampai saat ini masih belum aktif.

Anggota DPR Papua Boy Markus Dawir pun meminta Pemerintah segera mengambil tindakan darurat agar akses internet bisa kembali normal.

Read More

banner 300250

“Tidak bisa kita bayangkan bagaimana infrastuktur vital ini bisa terbengkelai begitu lama. Ini sudah hampir satu minggu akses internet putus,” ujar Boy Markus Dawin, Jumat (7/5/2021).

Boy Matkus Dawir mengingatkan, jika jaringan internet di Papua tak segera dibenahi, maka jelas akan berimbas pada lumpuhnya kegiatan masyarakat, termasuk beberapa agenda strategis di depan mata yaitu penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021.

Karena itu, Boy meminta pemerintah bertindak cepat dalam mengatasi masalah, terlebih Papua saat ini sedang menyiapkan even besar nasional seperti PON.

“Kalau internet mati, lalu masyarakat bisa apa?” ungkap Boy.

Boy juga menyesalkan sikap pemerintah yang tak punya solusi darurat dan cepat, sambil menunggu menunggu langkah perbaikan secara menyeluruh. Padahal dampak putusnya internet di Papua sangat luar biasa.

“Dari sisi kegiatan belajar mengajar siswa dan mahasiswa sudah pasti terganggu. Kegiatan ekonomi berbasis online juga terkendala dan itu tentu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Pemerintah suruh belajar dari rumah, lalu internet mati, masyarakat bisa apa?” kata Boy.

Boy pun mendesak pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika agar sesegera mungkin mengembalikan akses internet yang putus di Papua.

“Jangan sampai gara-gara masalah internet putus, masyarakat Papua punya spekulasi lain apalagi beberapa waktu terakhir situasi di Papua cenderung memanas pasca-tertembaknya Kepala BIN Daerah Papua. Jadi harap ini jadi perhatian serius,” tegasnya.

Boy menyebut Even PON-2021 sangat tergantung pada akses internet. Bahkan jika akses internet masih terus terbengkelai, maka sebaiknya PON ditunda saja.

“Karena percuma juga kalau akses internet susah. Apalagi dua kota ini adalah penyangga kegiatan PON yang utama. Jika internet di sini saja bermasalah bagaimana persiapan PON bisa maksimal? Ini tolong jadi perhatian pemerintah,” pungkas Boy Markus Dawir.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60