Investasi RGS Jadikan Batu Kucing Wisata Memancing di Pulau Bawean

  • Whatsapp
banner 468x60

Gresik, LiraNews – Aktivis Relawan Gerakan Sosial (RGS) Bawean mengadakan tasyakuran di tanah milik pendiri RGS H. Khozin di dekat wisata batu Cellong Bawean yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua RGS, Sar’ul. Tanah berdampingan dengan lapangan terbang pesawat di Dusun Pajinggahan Desa Tanjungoari Tambak.

Read More

banner 300250

Masyarakat menyambut antusias dengan adanya acara yang diadakan oleh Relawan Gerakan Sosial (RGS) di tanah milik RGS mitosnya pas dekat dengan keramat batu kucing. Kok bisa dinamakan batu kucing?

“Batu tersebut tidak tetap di tempatnya dan selalu pindah dari tempat satu ke tempat yang lainnya karena itulah yang di sebut batu kucing, dan lagi sangat potensi untuk di buat wisata memancing karena tempat itu pas tempatnya ikan,” jelas Samsul Arifin, salah satu warga.

Tokoh Dusun Pajinggahan, ustadz Wahid bersyukur Bawean masih diperhatikan oleh masyarakat dari daratan pulau Jawa dan juga tertarik ingin berinvestasi di Pulau Bawean.

“Alhamdulillah ternyata Bawean banyak di minati atau di perhatikan oleh pemerintah maupun masyarakat yang dari daratan pulau Jawa contohnya seperti pendiri RGS H. Khozin,” jelasnya.

Tujuan pendiri RGS investasi di Pulau Bawean hanyalah untuk masyarakat Bawean terutama di Dusun Pajinggahan Desa Tanjungori.

“Kami ingin mengangkat pedagang kecil UMKM karena didalamnya sudah ada wisata yang perlu diperhatikan oleh pemerintah desa maupun daerah. Supaya perekonomian desa berjalan dengan baik,” ungkap Taufiq Muhammad Khozin, putra H Khozin pendiri RGS melalui hubungan telpon.

Aktivis RGS tetap mengajak seluruh lapisan masyarakat Bawean, di momen pilkada 2020 menjaga kerukunan dan kedamaian.

“Supaya di pilkada nanti tetap dalam situasi cinta damai, perbedaan itu hal yang biasa tetapi jangan lupa menjalin silaturrahim yang baik,” imbuh koordinator RGS Bawean, Sar’ul. LN-SAN

banner 300x250

Related posts

banner 468x60