IPW Sesalkan Promosi Jabatan Suami Jaksa Pinangki

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Mabes Polri kembali melakukan mutasi besar. Sebanyak 346 perwiranya digeser ke berbagai posisi.

Mutasi ini sepertinya dilakukan Polri untuk mengantisipasi pilkada serentak akhir tahun ini dan mutasi ini tidak ada kaitannya dengan suksesi Kapolri pada akhir tahun ini.

Read More

banner 300250

Namun Indonesian Police Watch (IPW) melihat, mutasi ini memberi keistimewaan pada AKBP Yogi Yusuf Napitupulu, suami Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang disebut-sebut beberapa kali bertemu dengan buronan kakap Djoko S. Tjandra di luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium IPW Neta S. Pane kepada para awak media melalui keterangan tertulis, Selasa (4/8/2020).

Sebagai suami, tutur Neta, seharusnya AKBP Yogi tahu persis kemana istrinya pergi dan bertemu siapa.

“Tapi mengapa AKBP Yogi tidak memberitahu pada atasannya tentang keberadaan buronan kakap yang bertemu istrinya tersebut,” tanya pria kelahiran Medan, 55 tahun lalu ini.

Artinya, lanjut Neta, AKBP Yogi bisa dikategorikan menyembunyikan buronan, tapi mengapa dalam Telegram Rahasia (TR) mutasi Kasubbagposnal Dittipeksus Bareskrim AKBP Yogi Yusuf Napitupulu diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagsis Bagjiansis Rojianstra Slog Polri.

“Padahal, Kapolri dan Kabareskrim sudah mengatakan siapa pun yang terlibat dalam kasus Djoko Tjandra akan ditindak tegas dan diproses pidana,” ungkap penulis buku Jangan Bosan Kritik Polisi ini.

Faktanya, sebut Neta, AKBP Yogi dipromosikan dalam jabatan baru.

“Seharusnya AKBP Yogi dimutasi nonjob dalam rangka diperiksa, jika kasus Djoko Tjandra memang ingin dituntaskan Polri,” imbuhnya.

Neta pun mengungkapkan, dalam mutasi kali ini ada lima TR yang dikeluarkan Polri.

“TR ini untuk mengganti posisi perwira yang pensiun, yakni tiga berpangkat Irjen, delapan Brigjen, empat Kombes dan satu AKBP. Selain itu, mutasi ini menggeser sebanyak 24 perwira aktif ke luar institusi Polri, yang terdiri dari 15 Brigjen dan sembilan Kombes,” urai mantan Wapemred Harian Jakarta ini.

Lebih lanjut Neta pun menambahkan, dalam rangka mengantisipasi pilkada serentak pada Desember mendatang, TR kali ini juga menggeser posisi 58 Kapolres, empat Kapolresta, dan tujuh Kapolda.

“IPW tidak melihat ada yang istimewa dari TR kali ini, selain untuk mengukuhkan dan mengkonsilidasikan kabinet Kapolri Idham Azis di jajaran kepolisian dan mengganti orang orang lama di posisi strategi Polri,” pungkas mantan Redpel Koran Aksi ini. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60