IPW: Terdapat 2 Nama Calon Kapolri Pengganti Idham Azis

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Saat ini kalangan istana sedang mempertimbangkan dua nama bakal calon Kapolri sebagai calon kuat pengganti Idham Azis.

Diperkirakan pertengahan Januari 2021, satu dari dua nama calon Kapolri itu sudah dikirim ke Komisi III DPR untuk uji kepatutan.

Read More

banner 300250

Demikian diungkapkan Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S. Pane kepada para wartawan, Sabtu (19/12/2020).

Neta mengaku, pihaknya mendapat informasi ini tapi mengingatkan kalangan Istana, minimal 20 hari sebelum Kapolri Idham Azis pensiun nama calon penggantinya sudah bisa diproses.

“Meskipun kalangan istana sudah melirik dua nama bakal calon, namun IPW berharap, proses pencalonan Kapolri tetap melalui prosedur yang baku. Yakni melalui dua arah, melalui Kompolnas yang mengusulkan nama bakal calon ke presiden. Lalu, Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) Polri juga mengusulkan nama bakal calon ke presiden,” papar pria kelahiran Medan, 56 tahun lalu tersebut.

“Tidak seperti saat Idham Azis menjadi Kapolri, yang tidak melalui proses Wanjakti. Nama Idham Azis diperoleh Presiden hanya melalui usulan Kompolnas,” sambungnya.

Untuk itu, lanjut Neta, saat ini sudah saatnya Wanjakti Polri memproses nama calon Kapolri pengganti Idham Azis.

“Sehingga pada Minggu pertama Januari 2021, nama nama bakal calon Kapolri sudah bisa diusulkan kepada Presiden Jokowi,” tukas mantan Wapemred Harian Jakarta ini.

Dalam menilai calon Kapolri pengganti Idham Azis, tutur Neta, IPW melihat ada tiga poin penting yang harus diperhatikan Presiden Jokowi maupun lingkaran dalamnya di Istana.

“Pertama, sejauhmana loyalitas dan kedekatan sang calon dengan Presiden Jokowi,” sebut Neta S. Pane

Kedua, sambung Neta, sejauh mana sang calon bisa mengkonsolidasikan internal kepolisian, dengan jam terbang yang dimilikinya, dengan kapasitas dan kapabilitasnya yang bisa diterima senior maupun yunior di tubuh Polri, dan dengan kualitas kepemimpinan yang mampu menyelesaikan masalah di internal ataupun eksternal kepolisian.

“Ketiga, sejauhmana figur calon Kapolri itu tidak memiliki kerentanan masalah, terutama masalah yang bisa menjadi polemik di masyarakat di masa sekarang maupun ke depan,” ujar Penulis Buku Jangan Bosan Kritikan Polisi ini.

Neta menyebut, ketiga kriteria itu menjadi bahasan serius dalam menentukan dan memilih calon Kapolri pasca Idham Azis.

“Sebab masalah Polri ke depan tidak lagi sekadar menghadapi para kriminal dan ancaman keamanan ‘zaman old’,” ucapnya.

Menurut Neta, di era milenial sekarang ini tantangan tugas Polri harus menghadapi dampak Covid-19 dan pasca Covid-19, menghadapi maraknya kelompok radikal, intoleransi, terorisme, separatisme, dan lain-lain.

“Jika Kapolri baru tidak bisa mengkonsolidasikan Polri dengan kapabilitas dan jam terbang yang tinggi, tentu akan merepotkan Presiden Jokowi,” imbuh mantan Redpel Koran Aksi ini.

“Apalagi jika Kapolri pengganti Idham Azis itu memiliki kerentanan masalah yang akut, tentu Polri dan pemerintahan Jokowi akan menjadi bulan bulanan kelompok tertentu yang ingin mengacaukan Kamtibmas,” tutup Neta S. Pane. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60