Ironi! Pjs Bupati Bupati Bolsel dan Pjs Bupati Boltim Dipilih Dari Luar, Bukan Putra Bolaang Mongondow Asli

  • Whatsapp
banner 468x60

Sulut, LiraNews – Masyarakat Bolaang Mongondow, menyesalkan Olly Dondokambey mendiskreditkan orang Mongondow. Sangat Ironi, karena tidak ada satupun Putra Bolaang Mongondow yang dipilih menjadi Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) & Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Pilkada Sulawesi Utara telah selesai, SK Pjs telah resmi di umumkan, Namum tidak satu pun putra putri Bolaang Mongondow yang di rekrut Olly Dondokambey dan sejarah yang perlu di catat oleh orang Mongondow, selama ini dari Gubernur Sulutengo AA Baramuli. Sebelum terpisah menjadi Provensi Sulawesi Utara mulai dari Gubernur,Worang, Mantik, Lasut, Sondak, Mangindaan, Sarundajang, Gubernur Olly Dodokambey tidak menempatkan Putra Bolaang Mongondow, didalam struktural pemerintahan di Provinsi Sulawesi utara.(Ktr Gubernur).

Sedangkan luas wilayah Sulawesi Utara secara teritorial 54 % Bolaang Mongondow Raya, Sulawesi utara. Terdiri 4(empat) kabupaten 1 (satu) kota mandinya,didalam jabatan Pjs Bupati Bolaang Mongondow, ini sejarah terpahit, Dan di Provinsi pun hanya satu orang saja putra Bolaang Mongondow yang punya jabatan Kadis Capil Bahagia Mokoagow.

Maka, sudah sepantasnya, rakyat Bolaang Mongondow meminta kepada Pemerintah Pusat melalui Komisi 2 (dua) DPR RI agar Bolaang Mongondow Raya segera di proses untuk menjadi Provinsi Bolaang Mongondow Raya sendiri.

Yossy s Manoppo mengatakan, ini sangat tidak Adil, sebagai orang Mongondow merasa tersinggung, karena sampai dengan saat ini selalu mempertanyakan kepada tokoh masyarakat & pemuda yang ikut hadir dalamm undangan pjs gubernur Sulawesi Utara pada waktu itu tahun 2015.

Sonny Soemarsono selaku Dirjen Otda menyampaikan janji Olly Dodokambey untuk disampaikan kepada tokoh-tokoh masyarakat Bolaang Mongondow. Maka masalah janji Olly Dondokambey dipertanyakan di masa Pilkada 2015-2020.

“Kala itu Pjs Gubernur Sulawesi Utara Irjen Otda Depdagri Sonny Soemarsono, menyampaikan yang ikut dihadiri Syahrial Damopolii mantan ketua DPR Provinsi Sulawesi Utara dua periode dan satu periode wakil ketua DPR Provinsi, yang biasa disapa Papa Dona dengan julukan Bogani ini juga ikut turut merasa di Bohongi (ke inaton Mongondow inobolaan),” kata Yossy.

Yossy menegaskan, dalam Pilkada saat ini jangan lagi ada dusta di antara kita, z cuman gubernur Sulawesi Utara yang di tagih janjinya oleh rakyat, Itulah demokrasi. Dimana Janji Sonny Sumarsono kepada tokoh-tokoh masyarakat Bolaang Mongondow.

“Kalau Olly Dondokambey terpilih Gubernur Sulawesi Utara periode 2015-2020 Bolaang Mongondow Raya, Akan segera diresmikan Angaranya sudah siap Rp. 250.000,000,000-(dua ratus lima puluh miliar) bahkan sudah di kasih bintang, jangan janji ini lagi yang akan menjadi slogan untuk meraup suara Pilkada di Bolmong,” tegas Yossy S Manoppo.

“Jangan sampai pembohong ini akan terjadi untuk ke 2 (dua) kali,” sambung Yossy.

Yossy sangat menyayangkan, demokrasi bangsa Indonesia sekarang ini mengarah kepada demokrasi politik dinasti. “Habis bapak, anak, setelah kaka, adik, selanjutnya om, keponakan, serta suami, istri,” cetusnya.

Kalau jabatan Politik yang didapatkan setelah masa jabatan berakhir, baru di rebut, dimenangkan itu baru Demokrasi yang benar, Sekarang ini, menurutnya, nilai reformasi luntur, pudar sudah semua. “Itulah gunanya belajar sejarah bangsa ini, dari Orde Lama, ke Orde Baru semua di rebut dengan cara Reformasi yang berdarah-darah,” terang Yossy.

Sekarang reformasi dinikmati oleh orang-orang yang tidak punya rasa, yaitu rasa salah, rasa berdosa, karena mengejar keserakahan dunia, jabatan, kekuasaan yang lagi mumpuni, yang salah dibenarkan yang benar disalahkan.

“Rakyat di jadikan tumbal oleh Elit Politisi-elit politisi yang haus akan jabatan, kekuasaan di benturkan dengan Agama, karena kepentingan politik Busuk.” imbuh Yossy.

Dia berharap, hendaknya Pemerintah dan aktor politik harus mengajarkan politik demokrasi yang benar berdasarkan Pancasila, politik yang berketuhanan yang Maha Esa. “Harusnya pesta demokrasi ini menjadi ajang kontestan demokrasi yang adil dan beradab.” tutur Yossy, sebagai anak bangsa Indonesia yang sedikit tau tentang sejarah.

Disamping itu, kata Yossy, bukan secara diam-diam, merubah Pancasila menjadi Trisila atau Eka sila (HIP). Menurutnya ini semua keliru.

“Kita sebagai anak bangsa dari Bolaang Mongondow Timur, juga bagian dari NKRI, saya punya hak menyampaikan pernyataan kepada siapapun Warga negara Indonesia yang kita cintai bersama ini,” pungkas Yossy. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60