Jacob Ereste: Catatan Kaki Untuk Kemah Budaya

  • Whatsapp
banner 468x60

LiraNews, Banten — Secara pribadi maupun kelembagaan saya setuju dan siap mendukung rencana kawan-kawan menggagas acara Kemah Budaya pada Desember 2019. Rentang waktu yang cukup lama itu, bisa mematangkan acara yang memgusung gagasan besar itu.

Pertama idealnya bisa merumuskan materi pokok bahasan hingga bisa menghasilkan semacam strategi kebudayaan nasional kita agar dapat menjadi bentang pertahanan serta ketahanan politik, ekonomi maupun tata berbangsa dan bernegara kita yang tangguh, solid dan mumpuni untuk melawan dan menghadang perang asimetris yang sudah dilakukan oleh bangsa asing, sehingga tatanan budaya bangsa dan negara kita seperti tengah berada di dalam badai yang bisa memporak porandakan tatanan dari kehidupan kita.

Kemah budaya tentu tak sekedar kumpul untuk kesia-siaan tanpa menggasilkan kontribusi yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara untuk menyelamatkan masa depan kita yang tengah teramcam oleh penetrasi serta pencaplokan oleh bangsa asing.

Hakikat dari perang asimetris atau proxy war adalah ambisi dari satu bangsa atau bahkan ras tertentu untuk menguasai pihak lain dalam segala bentuk maupun wujudnya yang bisa dikuasai guna mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya dari kepemilikan atau otoritas kekuasan pihak lain. Dan negeri kita telah dijadikan incaran yabg diidolakan oleh bangsa-bangsa asing itu.

Seperti maraknya tenaga kerja asing (TKA) yang nasuk ke negeri kita, gencarnya pemasok narkoba dan semakin langgengnya tindak pidana kirupsi. Fenomen ini ditimpali pula oleh kebijakan pembangunan yang keliru dengan membiarkan masyarakat petani dan nelayan kita terus miskin dan merana sehingga tidak mungkin bisa mandiri dengan prilaku impor yang terus membabjiri pasar di dalam negeri.

Strategi perang asimetris yang melanggengkan sikap dan sifat ketergantungan kita itu tercermin dari perlakuan pada kaum buruh yang tidak kunjung mau dibebaskan oleh jeratan upah murah serta sisrem kerja kontrak yang juga sudah dilakukan oleh penerintah dalam merekrut aparatur sipil begara (ASN) yang baru mulai tahun 2018 lalu.

Momentun kemah budaya bisa memberi sumbangan besar untuk  membangun bangsa dan negara yang lebih baik dan lebih beradab dengan terap mengutamakan nilai-nilai etika dan miral yang luhur yang paling essensial dari harkat serta martabat kemanusian kita seperti yang termaktub dalam falsafah Pancasila dan mujadimah UUD 1945.

Oleh karena itu, kemah budaya menjadi catatan sejarah besar, jika tidak cuma sekedar mengumpulkan anak-anak muda, seniman, budayawan serta para kaum cerdik pandai dengan agenda bahasan yang jelas memproyeksikan cara dan model kita menghadapi perabg asimetris seraya menata kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik, tidak membiarkan bangsa asing merayah dan mengobok-obok negeri yang kaya raya sebagai titipan para leluhur. Itukah sebabnya dalam acara kemah budaya perlu ada sessi khusus dari kimunitas masyarakat adat dan masyarakat keraton mengudar rasa dan gagasan serta ide-idenya yang cemerlang agar tidak terus dibiarkan berada di sangkar emas seperti yang diperlakukan oleh rezim penguasa reoubkik selama ini.

Anak-anak muda yang memiliki prestasi unggul perlu diajak serta agar dapat menyerap pemikiran brilyan yang berwawasan nasionalis kebangsaan. Jika tidak, maka kemah kebangsaan hanya akan menambah sampah agenda yang tiada gunanya.

Catatan kaki untuk acara kemah budaya ini sengaha disampaikan lebih awal untuk menandai betapa besarnya harapan terhadap momentum tersebut, setidaknya demikiankah ekpresi dari keseriusan dan ketulusan hatiku mencintai negeri dan bangsaku yang tengah terancam oleh ketamakan bangsa-bangsa asing. Dan mungkin juga oleh bangsaku sendiri yang egois hanya mementingkan dirinya sendiri.

Banten, Juni 2019

Jacob Ereste, Pemerhati Budaya

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60